Pemangkasan Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Bikin Proyek Infrastruktur Tertunda di Tulungagung
Sejumlah pemerintah desa di Kabupaten Tulungagung mulai merasakan dampak pengalihan anggaran untuk program Koperasi Desa Merah Putih pada 2026.
Pemotongan dana desa yang mencapai sekitar 60 persen membuat sejumlah rencana pembangunan harus disesuaikan kembali.
Pembangunan Infrastruktur Tertunda
Kepala Desa Pucunglor, Kecamatan Ngantru, Imam Sopingi, menyebut pembangunan gerai koperasi di wilayahnya hampir selesai.
Progresnya telah mencapai sekitar 90 persen dan kini memasuki tahap akhir seperti pengecatan dan pemasangan perlengkapan.
Namun, alokasi anggaran untuk proyek tersebut berdampak pada tertundanya pembangunan fisik lain yang sebelumnya telah direncanakan.
Anggaran Dialihkan ke Program Koperasi
Menurut Imam, sebagian besar dana desa tahun ini dialihkan untuk mendukung program koperasi.
Akibatnya, proyek seperti rabat jalan dan talut harus dikerjakan secara bertahap.
Kondisi ini tidak hanya terjadi di satu desa, tetapi juga dirasakan secara merata di wilayah lain.
Pemerintah Desa Ikuti Kebijakan
Kepala Desa Loderesan, Kecamatan Kedungwaru, Kusbani, mengaku harus menyesuaikan rencana kerja akibat pemangkasan tersebut.
Ia menyebut sejumlah program prioritas yang diusulkan warga belum bisa direalisasikan secara maksimal.
Keterbatasan anggaran terutama berdampak pada pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.
Sektor Pertanian Ikut Terdampak
Kepala Desa Notorejo, Kecamatan Gondang, Mustakim, menyoroti dampak pengurangan anggaran terhadap pembangunan jalan usaha tani.
Padahal, mayoritas warga di wilayah tersebut bergantung pada sektor pertanian.
Meski demikian, pembangunan gerai koperasi di desanya hampir rampung dengan progres sekitar 95 persen.
Operasional Masih Menunggu Arahan
Di Desa Ngrance, Kecamatan Pakel, bangunan baru koperasi telah selesai dibangun namun belum sepenuhnya digunakan.
Aktivitas masih berlangsung di lokasi lama sambil menunggu arahan operasional lebih lanjut.
Pemerintah desa memperkirakan pengisian fasilitas oleh pihak terkait baru dilakukan pada akhir 2026.
Harapan pada Dampak Ekonomi
Meski menghadapi keterbatasan anggaran, pemerintah desa tetap berharap program koperasi dapat memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Keterlibatan warga dalam pengelolaan juga dinilai penting agar dampaknya lebih terasa di tingkat lokal.
Program ini diharapkan mampu berjalan optimal seiring penyesuaian anggaran dan penyelesaian fasilitas di lapangan.
Update Terbaru
San Antonio Spurs Tekuk New York Knicks di Final NBA 2026
Selasa / 09-06-2026, 22:33 WIB
iNews Siarkan Langsung Spanyol vs Peru, Laga Uji Coba Jelang Piala Dunia 2026
Selasa / 09-06-2026, 22:33 WIB
iNews Siarkan Langsung Spanyol vs Peru, Laga Uji Coba Piala Dunia 2026
Selasa / 09-06-2026, 22:32 WIB
Bangun dan Kelola Baratie Sendiri di ONE PIECE: Grand Gourmet
Selasa / 09-06-2026, 22:32 WIB
Chrysler Imbau Pemilik Pacifica Hybrid Berhenti Mengisi Daya dan Parkir di Luar Akibat Risiko Kebakaran Baterai
Selasa / 09-06-2026, 22:32 WIB
Tajikistan Turunkan Tim Terbaik Lawan India di Laga Uji Coba
Selasa / 09-06-2026, 22:32 WIB
Timnas Indonesia Taklukan Mozambik Lewat Gol Tunggal Ole Romeny
Selasa / 09-06-2026, 22:32 WIB
Summarecon Agung Catat Marketing Sales Rp1,2 Triliun pada Kuartal I-2026
Selasa / 09-06-2026, 22:32 WIB
Warga Puebla Padati Estadio Cuauhtemoc Sambut Laga Spanyol Lawan Peru
Selasa / 09-06-2026, 22:31 WIB
Warga Puebla Padati Estadio Cuauhtemoc Sambut Laga Spanyol Lawan Peru
Selasa / 09-06-2026, 22:31 WIB
TVRI Resmi Tayangkan Seluruh Laga Piala Dunia 2026 Gratis
Selasa / 09-06-2026, 22:30 WIB
TVRI Resmi Tayangkan Seluruh Laga Piala Dunia 2026 Gratis
Selasa / 09-06-2026, 22:30 WIB
Christian Eriksen Pulang ke Rumah Usai Kolaps di Lapangan
Selasa / 09-06-2026, 22:30 WIB
Christian Eriksen Pulang ke Rumah Usai Kolaps di Lapangan
Selasa / 09-06-2026, 22:30 WIB






