Victoria Kosasieputri resmi menyandang gelar Puteri Indonesia Lingkungan 2026 setelah tampil gemilang pada malam Grand Final yang berlangsung di Jakarta International Convention Center, Jakarta Pusat, Jumat (24/04/2026).

Perempuan yang akrab disapa Vicky ini menjadi salah satu finalis yang konsisten sejak awal kompetisi, hingga akhirnya menembus posisi empat besar dan meraih gelar tersebut.

Performa Konsisten hingga Babak Final

Ajang Puteri Indonesia 2026 diikuti oleh 45 finalis dari berbagai provinsi. Vicky berhasil melewati setiap tahap seleksi, mulai dari pra-karantina hingga malam puncak.

Penampilannya terus mencuri perhatian, mulai dari babak 16 besar, 6 besar, hingga sesi penentuan di posisi empat besar.

Pada tahap akhir, ia menunjukkan kemampuan komunikasi yang kuat melalui sesi tanya jawab serta pemaparan advokasi yang dinilai relevan dan berdampak.

Advokasi KemBALIkeSENI Jadi Sorotan

Dalam kompetisi ini, Vicky mengusung program bertajuk “KemBALIkeSENI” yang berfokus pada pelestarian seni dan budaya sebagai bagian dari identitas bangsa.

Ia menekankan bahwa seni tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga berperan dalam menjaga keberlanjutan sosial dan lingkungan.

Menurutnya, perkembangan teknologi membuat seni tradisional semakin terpinggirkan, padahal memiliki fungsi penting sebagai media edukasi lintas generasi.

“Melalui KemBALIkeSENI, saya ingin mengajak kita semua untuk mendukung pentingnya memberikan apresiasi kepada seniman yang masih ada, serta dapat menjaga dan memperkenalkan warisan budaya Bali maupun budaya Indonesia ke seluruh dunia,” ujarnya.

Gagasan tersebut dinilai selaras dengan peran Puteri Indonesia Lingkungan yang menitikberatkan pada isu keberlanjutan.

Latar Belakang Seni Internasional

Vicky bukan sosok baru di dunia seni. Ia dikenal aktif mengeksplorasi tema identitas, budaya, dan peran perempuan melalui karya seni kontemporer.

Pendidikan seninya ditempuh di Central Saint Martins, London, dengan gelar Bachelor of Arts (Honours) di bidang Fine Art. Sebelumnya, ia juga menyelesaikan Foundation in Art & Design.

Pengalaman tersebut membentuk perspektifnya dalam melihat isu sosial secara kritis dan kreatif.

Karya-karyanya telah dipamerkan di berbagai kota, termasuk London, Singapura, Jakarta, hingga Kamboja, melalui medium performans, video, dan instalasi.

Penghargaan dan Rekam Jejak

Sebelum mengikuti Puteri Indonesia, Vicky telah meraih sejumlah penghargaan di bidang seni.

  • Barry Martin Prize for Experimental Art (2022)
  • Central Saint Martins Academic Programme Award (2022)
  • Partisipasi dalam Bandung Contemporary Art Award

Pencapaian tersebut memperkuat posisinya sebagai seniman muda dengan rekam jejak internasional.