Khutbah Jumat Sambut Ramadan 1447 H Tekankan Taubat, Ibadah dan Persiapan Diri

الحمد لله الذي أنعم علينا بنعمة الإيمان والإسلام، وجعل لنا مواسم الخيرات لنزداد قربًا إليه، أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن سيدنا محمدًا عبده ورسوله، اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

Hadirin jamaah Jumat yang dimuliakan Allah, marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada-Nya dengan menjalankan segala perintah dan menjauhi larangan-Nya. Ketakwaan itulah bekal utama menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.

Waktu terus berjalan tanpa terasa. Hari berganti pekan, pekan berganti bulan, hingga kini kita kembali berada di ambang kedatangan Ramadan. Sebuah kesempatan berharga yang tidak semua orang dapatkan.

Masih diberinya umur hingga bertemu kembali dengan Ramadan adalah nikmat besar yang patut disyukuri. Karena itu, kualitas ibadah di bulan suci nanti sangat ditentukan oleh kesiapan kita sejak sekarang.

Langkah Menyambut Ramadan

  • Bertaubat dengan sungguh-sungguh kepada Allah
  • Menata niat untuk memperbanyak amal saleh
  • Meningkatkan kepedulian sosial melalui sedekah
  • Memperbanyak membaca dan memahami Al-Qur’an
  • Menjaga lisan dan perbuatan dari hal yang sia-sia
  • Memperbanyak doa kepada Allah

Taubat menjadi langkah awal yang penting. Allah membuka pintu ampunan seluas-luasnya bagi hamba-Nya yang kembali dengan tulus. Kesempatan ini jangan disia-siakan menjelang Ramadan.

Selain itu, penting bagi setiap Muslim menyusun rencana ibadah harian. Tanpa perencanaan, waktu Ramadan berisiko berlalu tanpa makna.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ

Memberi makan orang berbuka menjadi amalan yang berpahala besar tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa.

Membaca Al-Qur’an juga menjadi amalan utama. Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa Al-Qur’an akan memberi syafaat bagi pembacanya di hari kiamat.

Selain itu, menjaga lisan dan perbuatan menjadi bagian penting dari ibadah puasa. Puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga mengendalikan diri dari segala hal yang dilarang.

Allah berfirman:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ

Ayat ini menegaskan bahwa doa memiliki kedudukan istimewa, terlebih di bulan Ramadan yang penuh keberkahan.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ.

Khutbah Kedua

الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, marilah kita terus menjaga keimanan dan ketakwaan sebagai bekal utama dalam menjalani kehidupan.

Ramadan adalah bulan turunnya Al-Qur’an, bulan pembinaan diri menuju derajat takwa sebagaimana firman Allah:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ

Karena itu, menyambut Ramadan perlu dilakukan dengan kesiapan menyeluruh, baik lahir maupun batin.