Penyidik membawa istri dan dua anak dari tersangka kasus narkotika Erwin Iskandar alias Ko Erwin ke Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, pada Jumat sore, 24 April 2026.

Ketiganya langsung menjalani pemeriksaan lanjutan dalam perkara dugaan tindak pidana pencucian uang yang berkaitan dengan jaringan narkotika tersebut.

Tiba Usai Penerbangan dari NTB

Istri Ko Erwin, Virda Virginia Pahlevi, bersama dua anaknya, Hadi Sumarho Iskandar dan Christina Aurelia, tiba di Bareskrim sekitar pukul 17.20 WIB.

Sebelumnya, mereka mendarat di Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 16.25 WIB setelah menempuh perjalanan dari Nusa Tenggara Barat.

Datang dalam Kondisi Terborgol

Ketiganya dibawa menggunakan satu unit kendaraan minibus menuju lokasi pemeriksaan.

Saat tiba, mereka terlihat dalam kondisi tangan terborgol dan tidak memberikan keterangan kepada awak media.

Penyidik Amankan Barang Bukti

Selain membawa para tersangka, penyidik turut menyita sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.

Barang bukti itu diangkut dalam beberapa koper dan tas yang ikut dibawa ke gedung Bareskrim.

Diduga Terlibat Pencucian Uang

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso menjelaskan bahwa ketiganya diduga memiliki keterkaitan dalam aliran dana hasil kejahatan.

Kasus ini berhubungan dengan aktivitas peredaran narkotika yang sebelumnya dikaitkan dengan Ko Erwin.

Aset Ikut Disita Penyidik

Dalam pengembangan perkara, aparat juga menyita sejumlah aset yang diduga berasal dari hasil tindak pidana tersebut.

Beberapa di antaranya meliputi rumah, ruko, gudang, kendaraan, serta dokumen yang berkaitan dengan kepemilikan aset.

Penyidik menyatakan informasi lanjutan akan disampaikan setelah proses pemeriksaan awal terhadap ketiga tersangka selesai.

Kasus Berkembang dari Perkara Narkotika

Pengungkapan ini merupakan lanjutan dari perkara narkoba yang sebelumnya menjerat Ko Erwin.

Dalam penyelidikan, aliran dana dari bisnis ilegal tersebut diduga disamarkan melalui berbagai kepemilikan aset.

Kasus ini juga sempat dikaitkan dengan perkara lain yang menyeret seorang pejabat kepolisian di wilayah Bima Kota.