Rockefeller Foundation Tertarik Mengkaji Program Makan Bergizi Gratis di Indonesia
Mbg-Instagram-
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah Indonesia menarik perhatian lembaga internasional. Kepala Badan Gizi Nasional menyampaikan bahwa Rockefeller Foundation tengah memantau sekaligus mengkaji pelaksanaan program tersebut.
Ketertarikan yayasan asal Amerika Serikat itu muncul karena pelaksanaan MBG dinilai berjalan cepat dan melibatkan banyak pihak dalam waktu relatif singkat. Skema kerja sama lintas sektor yang diterapkan dianggap sebagai model yang menarik untuk diteliti lebih lanjut.
Pelaksanaan MBG Dinilai Unik dan Cepat
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa MBG mampu melibatkan banyak mitra sekaligus dalam proses distribusi dan penyediaan makanan bergizi. Menurutnya, kecepatan implementasi program menjadi salah satu faktor utama yang menarik perhatian Rockefeller Foundation.
Pernyataan tersebut disampaikan Dadan saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Centre, Kabupaten Bogor.
Ketertarikan Terungkap Saat Jamuan Makan Malam
Dadan mengungkapkan bahwa ketertarikan Rockefeller Foundation terhadap MBG diketahui setelah dirinya mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam sebuah jamuan makan malam. Dalam kesempatan itu, perwakilan yayasan berbincang langsung dengan Presiden dan jajaran pemerintah.
Percakapan tersebut membuka ruang diskusi mengenai dampak dan mekanisme program MBG, termasuk keterlibatan berbagai pemangku kepentingan di tingkat pusat hingga daerah.
Dampak Gizi dan Ekonomi Jadi Sorotan
Selain aspek pemenuhan gizi, program MBG juga dinilai memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat lapisan bawah. Dana yang disalurkan langsung ke tingkat lokal dinilai mampu menggerakkan aktivitas ekonomi di desa-desa.
Dadan menyebut, kombinasi antara intervensi gizi dan perputaran ekonomi menjadi nilai tambah yang membuat program ini layak dipantau oleh lembaga internasional.
MBG Diklaim Ciptakan Jutaan Lapangan Kerja
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa program MBG telah menciptakan sekitar satu juta lapangan kerja sejak diluncurkan. Lapangan kerja tersebut berasal dari operasional puluhan ribu dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang tersebar di seluruh Indonesia.
Dapur-dapur tersebut membutuhkan rantai pasok yang luas, mulai dari pemasok sayuran, telur, ikan, ayam, hingga daging. Setiap desa yang memiliki dapur MBG melibatkan belasan warga dalam proses penyediaan bahan pangan.
Penutup
Ketertarikan Rockefeller Foundation terhadap program Makan Bergizi Gratis menunjukkan bahwa kebijakan pangan dan gizi Indonesia mulai mendapat perhatian global. Pemerintah menilai hal ini sebagai sinyal positif atas dampak sosial dan ekonomi yang dihasilkan program tersebut.