Peneliti Temukan Celah Keamanan pada Model AI Open-Weight
Model AI "open-weight" yang dapat diunduh dan dijalankan siapa saja ternyata sangat mudah diracuni.
Seorang peneliti keamanan siber berhasil melakukannya dalam waktu kurang dari satu jam dengan biaya kurang dari $100.
>>> Aktivis Iklim Serang Pusat Data Microsoft dengan Balon Berisi Asam
Katie Paxton-Fear, peneliti keamanan siber di Semgrep, mendemonstrasikan serangan tersebut dengan memberi model data berbahaya.
Hanya dengan sepuluh contoh data beracun, model mulai menghasilkan kode yang rentan terhadap eksekusi jarak jauh.
"Saya membuat backdoor yang sesungguhnya," ujarnya di media sosial.
Backdoor adalah jenis serangan berbahaya yang melatih AI dengan menyisipkan frasa tersembunyi ke dalam model, yang dapat dipicu oleh peretas untuk melakukan tindakan tertentu tanpa terdeteksi.
Tahun lalu, Anthropic bersama UK AI Security Institute dan Alan Turing Institute menerbitkan penelitian yang menunjukkan bahwa model AI kecil maupun besar rentan terhadap serangan hanya dengan beberapa ratus dokumen.
Ini berarti serangan semacam itu tetap murah untuk dilakukan.
Temuan ini meredam antusiasme terhadap model open-weight yang dipuji karena kontrol dan transparansinya dibandingkan model tertutup seperti ChatGPT dan Claude.
Meskipun parameternya terlihat, model open-weight tidak mengungkap data pelatihan atau kode mereka, sehingga tetap menjadi kotak hitam bagi peneliti keamanan.
>>> Flock Hentikan Fitur Audio Pengawas yang Kontroversial
"Bahkan ketika bobot model bersifat publik, kita hampir tidak memiliki kemampuan untuk memprediksi perilakunya," tulis rekan Paxton-Fear di Semgrep.
"Ini perubahan besar: program komputer biasa dalam bentuk biner masih bisa dianalisis dengan alat rekayasa balik untuk memahami perilakunya secara total.
Dengan model, kita tidak memiliki kemampuan itu."
LLM sangat kompleks dan masih baru, sehingga sulit mengungkap serangan canggih. Model AI juga bisa dikompromikan dengan cara yang lebih halus daripada perangkat lunak.
"Jika dependensi perangkat lunak mengandung kode berbahaya, kita memiliki praktik matang untuk menemukannya, melacak asal-usulnya, dan mengurangi dampaknya," kata peneliti Semgrep.
"Model AI berbeda.
Model yang dikompromikan atau dimanipulasi secara halus tidak perlu 'rusak' untuk menciptakan risiko bisnis; ia hanya perlu memengaruhi keputusan dengan cara yang sulit dideteksi."
Paxton-Fear pun bertanya, "Jadi, bisakah kita mempercayai model open-weight yang disetel secara daring dan dipasarkan sebagai solusi pengeluaran token AI?"
>>> AS Keluarkan Peringatan Perjalanan Global Setelah Serangan Mematikan di Yordania
Jawabannya, menurut dia, kita membutuhkan sesuatu yang lebih baik daripada sekadar tolok ukur dan imbauan "jangan menulis kode yang tidak aman."
Update Terbaru
Nissan Dayz Model Terbaru di Jepang Kini Semakin Aman Berkat Fitur Keselamatan
Selasa / 28-07-2026, 01:21 WIB
Dua Masjid di Tepi Barat Dibakar Pemukim Israel, Ini Faktanya
Selasa / 28-07-2026, 01:14 WIB
Eksperimen Formasi John Herdman Saat Timnas Hadapi Kamboja
Selasa / 28-07-2026, 01:09 WIB
Piala AFF 2026: Mitchell Baker Cetak Tiga Gol ke Gawang Kamboja
Selasa / 28-07-2026, 01:01 WIB
Dualisme Keraton Solo Picu Dua Perhelatan Sekaten Berbeda
Selasa / 28-07-2026, 01:01 WIB
Mandalika Racing Series 2026 Putaran Ketiga Lahirkan Calon Juara Dunia
Selasa / 28-07-2026, 01:00 WIB
Skuad Garuda Bungkam Kamboja 5-1 Lewat Hattrick Debut Bersejarah
Selasa / 28-07-2026, 00:51 WIB
Nasabah Terima Voucher Haji Rp245 Juta dari Bank Mega Syariah
Selasa / 28-07-2026, 00:50 WIB
Aksi Heroik Warga Gagalkan Penusukan Tiga Wanita oleh Pria di Paris
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB
Stunting pada Anak Berdampak Serius pada Perkembangan Kognitif
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB
Klasemen Piala AFF 2026: Garuda Tempel Vietnam Usai Pesta Gol
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB
Mitchell Baker Ungkap Rasa Tak Percaya Usai Cetak Hattrick untuk Indonesia
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB
Bosan dengan Plafon Putih? Ini 7 Rekomendasi Warna dari Desainer
Selasa / 28-07-2026, 00:28 WIB
Splatoon Raiders Kuasai Puncak Metacritic dan Pimpin Penjualan UK
Selasa / 28-07-2026, 00:22 WIB







