Mendikdasmen Buka Suara soal SD Negeri Sepi Peminat
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti angkat bicara mengenai fenomena sekolah dasar negeri (SDN) yang sepi peminat di sejumlah daerah.
Ia mengungkapkan bahwa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) saat ini sedang melakukan pendataan terhadap SDN yang kekurangan murid.
>>> IHSG Dibuka Lesu ke Level 6.083, 227 Saham Merah
"Kementerian sedang mendata sekolah yang jumlah muridnya kurang dari 60," kata Abdul Mu'ti di Jakarta, Jumat (17/7).
Mu'ti juga telah membahas masalah ini dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Rencananya, akan diadakan rapat khusus untuk membahas menurunnya jumlah peminat SDN.
"Secara nonformal saya sudah menyampaikan masalah menurunnya jumlah murid SD kepada Bapak Mendagri. Nanti akan diadakan rapat khusus membahas fenomena tersebut," ujarnya.
Fenomena di Berbagai Daerah
Sejumlah SDN di Pulau Jawa mengalami kekurangan siswa pada tahun ajaran baru ini.
Ada sekolah yang tetap menyambut siswa dengan meriah, namun ada pula yang hanya menerima sedikit murid.
Di SDN Purwoyoso 01, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah, hanya tiga murid baru yang masuk.
Kepala sekolah Hajar Riatiani mengatakan awalnya ada lima pendaftar, tetapi dua di antaranya tidak melakukan daftar ulang.
Meski hanya tiga siswa, sekolah tetap mengadakan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) dengan tema sirkus dan menghadirkan badut.
>>> Mitsubishi Xforce HEV Resmi Diproduksi di Indonesia
"Berapa pun muridnya, tetap kita sambut dengan meriah. Setiap tahun kita ganti tema.
Kali ini temanya sirkus, ada badutnya juga," tegas Hajar.
Hal serupa terjadi di SDN 2 Cepokosawit, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Hanya satu siswa baru bernama Khanza yang mendaftar.
Guru kelas 1 Andiyani Mudrikah mengaku sempat merasa minder, tetapi tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik.
"Ya awalnya merasa, apa ya, minder ada. Tapi balik lagi, kita harus, seberapa pun muridnya, harus tetap semangat, kita layani sebaik-baiknya," ujar Andiyani.
Di Tulungagung, Jawa Timur, SDN 2 Plandaan hanya menerima dua siswa baru.
Salah satunya, Candra Mohammad Saputra, datang terlambat tanpa seragam, hanya memakai kaus, celana pendek, dan sandal jepit. Ia diantar oleh kakek dan neneknya.
>>> Jejak Kontroversial Wasit Final Piala Dunia 2026: Narkoba hingga Prostitusi
Fenomena minimnya peminat SDN ini menjadi perhatian serius pemerintah. Kemendikdasmen terus berupaya mencari solusi agar sekolah negeri tetap diminati masyarakat.
Update Terbaru
Dua Masjid di Tepi Barat Dibakar Pemukim Israel, Ini Faktanya
Selasa / 28-07-2026, 01:14 WIB
Eksperimen Formasi John Herdman Saat Timnas Hadapi Kamboja
Selasa / 28-07-2026, 01:09 WIB
Piala AFF 2026: Mitchell Baker Cetak Tiga Gol ke Gawang Kamboja
Selasa / 28-07-2026, 01:01 WIB
Dualisme Keraton Solo Picu Dua Perhelatan Sekaten Berbeda
Selasa / 28-07-2026, 01:01 WIB
Mandalika Racing Series 2026 Putaran Ketiga Lahirkan Calon Juara Dunia
Selasa / 28-07-2026, 01:00 WIB
Skuad Garuda Bungkam Kamboja 5-1 Lewat Hattrick Debut Bersejarah
Selasa / 28-07-2026, 00:51 WIB
Nasabah Terima Voucher Haji Rp245 Juta dari Bank Mega Syariah
Selasa / 28-07-2026, 00:50 WIB
Aksi Heroik Warga Gagalkan Penusukan Tiga Wanita oleh Pria di Paris
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB
Stunting pada Anak Berdampak Serius pada Perkembangan Kognitif
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB
Klasemen Piala AFF 2026: Garuda Tempel Vietnam Usai Pesta Gol
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB
Mitchell Baker Ungkap Rasa Tak Percaya Usai Cetak Hattrick untuk Indonesia
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB
Bosan dengan Plafon Putih? Ini 7 Rekomendasi Warna dari Desainer
Selasa / 28-07-2026, 00:28 WIB
Splatoon Raiders Kuasai Puncak Metacritic dan Pimpin Penjualan UK
Selasa / 28-07-2026, 00:22 WIB
Stop Killing Games Kritik Langkah PlayStation Tinggalkan Kaset Fisik
Selasa / 28-07-2026, 00:15 WIB







