Sinyal Peringatan: Gelembung AI Ancam Pasar Saham AS
Selama lebih dari setahun, para pengamat telah memperingatkan bahwa gelembung kecerdasan buatan (AI) tidak akan bertahan lama. Namun, kenyataannya gelembung ini justru melampaui perkiraan terburuk sekalipun.
Kondisi perekonomian AS kini disebut lebih buruk dibandingkan sebelum krisis besar pada akhir 1920-an. Hal ini diungkap oleh kolumnis ekonomi The Telegraph, Russ Mould.
>>> Doom, Wolfenstein, dan Quake Dilaporkan Ikut Jadi Fokus ZeniMax di Tengah Restrukturisasi Xbox
Menurut Mould, overvaluasi saham AS telah melewati level yang memicu jatuhnya pasar saham dan awal Depresi Hebat.
Saham-saham di S&P 500 saat ini diperdagangkan pada 41 kali lipat rata-rata pendapatan selama sepuluh tahun terakhir.
Ukuran ini dikenal sebagai rasio Shiller CAPE, dinamai menurut ekonom peraih Nobel Robert Shiller.
Artinya, investor membayar 41 dolar untuk setiap 1 dolar laba tahunan rata-rata yang dihasilkan S&P 500 selama satu dekade terakhir.
Secara historis, rata-rata rasio Shiller CAPE adalah sekitar 17,3.
Pada Selasa Hitam 1929, yang memicu krisis keuangan terburuk dalam sejarah modern, rasionya berada di angka 32,5 — lebih rendah 8,5 poin dari kondisi saat ini.
>>> Veteran RPG yang Dipecat Sebut Obsidian Juga Terkena Dampak PHK Microsoft
Pembenaran atas harga saham yang luar biasa tinggi ini hampir sepenuhnya bergantung pada AI.
Hampir seluruh mesin keuangan AS telah menelan cerita bahwa AI akan membuka revolusi produktivitas dan keuntungan global secara permanen.
Padahal, teknologi AI terbukti tidak bernilai di sebagian besar tempat kerja. Cerita serupa pernah terjadi pada internet di akhir 1990-an dan elektrifikasi di akhir 1920-an.
Pada akhirnya, teknologi tersebut diadopsi, tetapi tidak sebelum hype-nya runtuh menjadi bencana keuangan.
Kontradiksi sebesar ini hanya bisa diselesaikan dengan dua cara: pendapatan benar-benar mengejar fantasi AI, atau pasar menutup kesenjangan antara valuasi keuangan dan produktivitas dengan cara yang keras.
>>> Trump Lobi Presiden FIFA untuk Batalkan Kartu Merah Pemain AS
Mengingat skenario pertama semakin tidak mungkin terjadi, dekade berikutnya bisa memberikan gambaran langsung tentang keadaan dunia sekitar tahun 1930.
Update Terbaru
Nissan Dayz Model Terbaru di Jepang Kini Semakin Aman Berkat Fitur Keselamatan
Selasa / 28-07-2026, 01:21 WIB
Dua Masjid di Tepi Barat Dibakar Pemukim Israel, Ini Faktanya
Selasa / 28-07-2026, 01:14 WIB
Eksperimen Formasi John Herdman Saat Timnas Hadapi Kamboja
Selasa / 28-07-2026, 01:09 WIB
Piala AFF 2026: Mitchell Baker Cetak Tiga Gol ke Gawang Kamboja
Selasa / 28-07-2026, 01:01 WIB
Dualisme Keraton Solo Picu Dua Perhelatan Sekaten Berbeda
Selasa / 28-07-2026, 01:01 WIB
Mandalika Racing Series 2026 Putaran Ketiga Lahirkan Calon Juara Dunia
Selasa / 28-07-2026, 01:00 WIB
Skuad Garuda Bungkam Kamboja 5-1 Lewat Hattrick Debut Bersejarah
Selasa / 28-07-2026, 00:51 WIB
Nasabah Terima Voucher Haji Rp245 Juta dari Bank Mega Syariah
Selasa / 28-07-2026, 00:50 WIB
Aksi Heroik Warga Gagalkan Penusukan Tiga Wanita oleh Pria di Paris
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB
Stunting pada Anak Berdampak Serius pada Perkembangan Kognitif
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB
Klasemen Piala AFF 2026: Garuda Tempel Vietnam Usai Pesta Gol
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB
Mitchell Baker Ungkap Rasa Tak Percaya Usai Cetak Hattrick untuk Indonesia
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB
Bosan dengan Plafon Putih? Ini 7 Rekomendasi Warna dari Desainer
Selasa / 28-07-2026, 00:28 WIB
Splatoon Raiders Kuasai Puncak Metacritic dan Pimpin Penjualan UK
Selasa / 28-07-2026, 00:22 WIB







