Iran mencabut blokade Selat Hormuz setelah mencapai kesepakatan awal dengan Amerika Serikat untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.

Iran juga menetapkan tenggat waktu satu bulan bagi AS untuk menyepakati negosiasi damai.

>>> Transmart Full Day Sale Hari Ini: Diskon hingga 50% + 20% untuk Beragam Produk

Duta Besar Iran untuk China, Abdolreza Rahmani Fazli, menegaskan bahwa biaya baru akan dikenakan kepada kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Namun, negara-negara sahabat akan menerima perlakuan khusus.

Pernyataan itu disampaikan Fazli pada Sabtu (4/7) di Forum Perdamaian Dunia di Beijing.

Ia mengatakan Iran bekerja sama dengan Oman dalam pengaturan baru untuk jalur air tersebut.

"Sebagai negara di mana Hormuz merupakan bagian dari perairan teritorialnya, kami pasti akan mengenakan biaya layanan," kata Fazli.

Pengaturan baru ini mencakup jaminan keamanan jalur pelayaran, pengawasan kapal, dan penanganan dampak lingkungan.

>>> Paul Pelosi Terancam Dakwaan Usai Tabrak Lari di California

"Kami pasti akan mempertimbangkan perlakuan khusus untuk negara-negara yang bersahabat dengan kami," tambahnya.

Kesepakatan awal menetapkan kapal komersial dapat melintas gratis selama 60 hari, namun ketentuan setelahnya belum jelas.

Proposal damai Iran berisi 14 poin, termasuk jaminan tidak ada serangan di masa depan, pembebasan aset yang dibekukan AS, dan pencabutan sanksi.

Usulan itu diserahkan Iran pada Kamis (30/5) melalui Pakistan sebagai mediator.

Proposal memiliki beberapa fase, dengan fase kedua berfokus pada program nuklir Iran yang menjadi garis merah AS.

>>> Spencer Arrighetti Tampil Gemilang Meski Astros Kalah dari Rays

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengatakan bola kini ada di tangan AS untuk memilih diplomasi atau konfrontasi.