Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menegaskan posisi negaranya sebagai bangsa paling bebas di dunia.

Pernyataan itu disampaikan dalam perayaan 250 tahun kemerdekaan AS di Mount Rushmore, South Dakota.

>>> Murciélago Manga Resmi Diadaptasi Jadi Anime pada 2027

Trump menyebut Amerika sebagai republik tertua di Bumi dengan konstitusi paling adil dan abadi. Ia juga menonjolkan kekuatan militer AS yang menurutnya paling kuat dan berpengaruh.

Dalam pidatonya, Trump mengklaim bahwa konflik dengan Iran dan Venezuela berakhir dengan kemenangan Amerika. "Kita dalam satu hari mengalahkan Venezuela.

Kita juga menghancurkan Iran. Kini mereka sangat ingin berdamai," ujarnya.

Trump juga mengumumkan penghentian sementara negosiasi dengan Iran selama satu minggu.

>>> Ratusan Warga Berdemo di Eureka dalam Aksi Nasional Pro Demokrasi

Hal itu dilakukan agar Iran dapat menggelar pemakaman Mantan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei yang wafat akibat serangan udara pada 28 Februari 2026.

Pemerintah Iran menutup sejumlah jalan utama dan membatasi aktivitas masyarakat selama masa berkabung. Jutaan warga diperkirakan menghadiri prosesi penghormatan terakhir di Teheran.

Seorang pelayat, Ali Kazemi, mengaku datang dari Kota Tabriz yang berjarak sekitar 530 kilometer. "Kami menghadiri pemakaman untuk menunjukkan komitmen membela negara dan agama kami," katanya.

Hananeh Mousavi, perempuan 27 tahun yang datang bersama ibunya, mengungkapkan kesedihannya. "Saya di sini untuk mengucapkan selamat tinggal kepada pemimpin tercinta saya, Ali Khamenei," ujarnya sambil menangis.

>>> Liberal Democrats Usulkan Gelar Ksatria untuk Harry Kane Usai Piala Dunia

Trump memilih menyoroti keberhasilan militer dan diplomasi AS dibanding suasana berkabung di Iran. Pernyataan itu memperkuat narasi bahwa posisi Amerika di panggung internasional semakin kuat.