Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa pemerintahannya menghentikan sementara proses negosiasi dengan Iran selama satu minggu.

Langkah ini diambil sebagai bentuk penghormatan terhadap prosesi pemakaman Mantan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

>>> Trump Klaim AS Bangsa Paling Bebas, Ungkit Kemenangan atas Iran dan Venezuela

Trump mengklaim keputusan tersebut memberi kesempatan kepada Iran untuk menyelesaikan rangkaian upacara berkabung sebelum pembicaraan dilanjutkan.

Pernyataan itu disampaikan Trump saat menghadiri perayaan hari kemerdekaan AS di Mount Rushmore, South Dakota.

"Mereka sangat ingin berdamai. Kita memberinya libur seminggu untuk pemakaman karena kita baik," kata Trump, dikutip Minggu (5/7).

Ucapan tersebut merujuk pada dimulainya prosesi pemakaman Ali Khamenei pada Sabtu (4/7/2026).

Pemerintah Iran menjadwalkan penghormatan terakhir selama beberapa hari. Jenazah Khamenei akan dibawa ke sejumlah kota sebelum dimakamkan di kampung halamannya.

Prosesi diawali di Grand Mosalla, Teheran. Pemerintah menutup sejumlah jalan utama dan membatasi aktivitas masyarakat selama masa berkabung.

>>> Murciélago Manga Resmi Diadaptasi Jadi Anime pada 2027

Media pemerintah memperkirakan jutaan warga akan menghadiri pemakaman tersebut. Di berbagai titik ibu kota, papan reklame menampilkan foto Ali Khamenei.

Ribuan pelayat mengenakan pakaian hitam, membawa bendera, dan melakukan ritual memukul dada sebagai penghormatan terakhir.

Ali Khamenei tewas dalam serangan udara pada 28 Februari 2026. Peristiwa itu menjadi awal pecahnya perang antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat.

Trump menegaskan bahwa pemerintahannya tetap optimistis pembicaraan dengan Iran akan berlanjut setelah masa duka selesai.

Ia juga kembali mengklaim bahwa pihaknya telah berhasil menghancurkan Iran dalam konflik yang terjadi sebelumnya.

>>> Ratusan Warga Berdemo di Eureka dalam Aksi Nasional Pro Demokrasi

Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Iran mengenai penghentian sementara negosiasi maupun klaim bahwa Teheran sangat ingin mencapai kesepakatan dengan Washington.