Forward LeBron James secara resmi meninggalkan Los Angeles Lakers setelah menjalani delapan musim bersama tim. Keputusan ini memicu perburuan dari banyak franchise NBA menjelang musim ke-24 kariernya.

Pemain berusia 41 tahun itu langsung memberi tahu Lakers bahwa ia tidak akan mengakhiri kariernya di tim tersebut.

>>> TNT Sports dan DAZN Luncurkan Seri Tinju Bulanan, Abdullah Mason Jadi Bintang Utama

Tokoh seperti Magic Johnson pun memberikan penghormatan atas dampak James di Lakers.

Mantan Presiden Lakers Magic Johnson menulis ucapan terima kasih di media sosial. Ia menyebut James menciptakan era baru bagi Lakers, termasuk membawa gelar juara NBA pada 2020.

Johnson juga mendoakan yang terbaik untuk James di fase selanjutnya, baik di dalam maupun luar lapangan.

CEO Klutch Sports Rich Paul mengungkapkan bahwa perhatian besar tertuju pada James selama akhir pekan liburan yang bertepatan dengan perdagangan besar liga dan peristiwa global.

"Dia masih menjadi wajah liga," kata Paul.

Ia juga menyebutkan daftar 10 tujuan potensial dalam podcast-nya, namun menegaskan bahwa rencana James masih terbuka untuk evaluasi.

>>> Prancis Kalahkan Paraguay, Lolos ke Perempat Final Piala Dunia

Paul menjelaskan bahwa belum ada jadwal resmi untuk pensiunnya pencetak skor terbanyak sepanjang masa NBA. Proses pengambilan keputusan diperkirakan berlangsung beberapa pekan.

James mengutamakan kepuasan pribadi dan kecocokan dibandingkan pertimbangan finansial. "Ini pertama kalinya dia membuat keputusan yang benar-benar untuk dirinya sendiri.

Tidak ada tekanan," ujar Paul.

Musim lalu, James menjalani peran yang dimodifikasi dengan rata-rata 20,9 poin, 7,2 assist, dan 6,1 rebound dalam 60 pertandingan.

Ia juga sempat mengalami masalah kesehatan pinggul ringan.

Menurut Marc Stein dan Jake Fischer dari The Stein Line, tim-tim yang memburu James bersedia menunda penyesuaian roster lain sambil menunggu keputusan akhir.

>>> Kabar PHK Tokopedia dan TikTok Sampai ke Istana, Said Iqbal Akan Temui Manajemen

Eksekutif liga semakin melihat kembalinya James ke Cleveland Cavaliers sebagai skenario dasar yang harus dikalahkan.