Memasuki bulan Muharram, umat Islam kembali diingatkan tentang keutamaan salah satu bulan yang dimuliakan dalam kalender Hijriah. Selain dianjurkan memperbanyak ibadah, Muharram juga menjadi waktu untuk memperdalam renungan atas sejumlah peristiwa penting dalam sejarah Islam.

Dalam materi khutbah yang disampaikan KH Fauzan Kamal, Muharram dipandang bukan sekadar penanda pergantian tahun Hijriah. Bulan ini juga menjadi saat yang tepat untuk memperkuat ketakwaan melalui pelaksanaan perintah Allah, menjauhi larangan-Nya, serta meluruskan niat dalam setiap aktivitas agar bernilai ibadah.

Muharram dan Tragedi Karbala

Salah satu pokok bahasan khutbah adalah peristiwa Karbala yang menewaskan Sayyidina Husein, cucu Nabi Muhammad SAW. Peristiwa tersebut dipandang sebagai tragedi besar yang mengingatkan umat Islam agar tidak membiarkan ambisi kekuasaan memicu perpecahan.

Karena itu, masyarakat diajak menjadikan Muharram sebagai masa memperbanyak introspeksi, menjaga persaudaraan, dan memohon agar bangsa Indonesia terhindar dari konflik yang dapat memecah belah kehidupan bermasyarakat.

>>> Maroko Lumat Kanada 3-0, Rekor Tak Terkalahkan Berlanjut ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Hijrah Tidak Hanya Bermakna Perpindahan Tempat

Khutbah juga mengulas penetapan kalender Hijriah yang dimulai dari bulan Muharram. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa hijrah tidak hanya dipahami sebagai perpindahan fisik, tetapi juga perubahan menuju akhlak dan amal yang lebih baik.

Kesadaran bahwa usia terus berkurang menjadi dorongan untuk memperbanyak amal saleh, menyiapkan bekal akhirat, serta mendidik generasi muda agar memiliki ilmu yang bermanfaat bagi masyarakat.

Anjuran Puasa Sunnah

Pada bulan Muharram, umat Islam dianjurkan menghidupkan puasa sunnah Tasu'a pada 9 Muharram dan Asyura pada 10 Muharram. Ibadah tersebut menjadi bentuk syukur atas berbagai pertolongan Allah kepada para nabi, termasuk keselamatan Nabi Musa AS dari kejaran Firaun serta diterimanya taubat Nabi Adam AS.

Melalui ibadah dan perenungan di bulan Muharram, jamaah diajak memperbaiki kualitas keimanan sekaligus meneladani kesabaran, keteguhan, dan pengorbanan para nabi serta orang-orang saleh dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.