Korban tewas akibat dua gempa bumi dahsyat yang mengguncang Venezuela bertambah menjadi hampir 3.000 orang, berdasarkan data resmi terbaru pada Sabtu (4/7).

Jumlah korban meninggal meningkat lebih dari 300 orang dibandingkan data pada Jumat (3/7) menjadi sebanyak 2.954 jiwa.

>>> Cara Mendapatkan 3 Fitur Unggulan MacBook Pro 2026

Sementara itu, tim penyelamat internasional mulai mengakhiri operasi pencarian korban selamat di antara reruntuhan bangunan.

Bencana yang terjadi pada 24 Juni itu juga menyebabkan ribuan orang kehilangan tempat tinggal dan kini bertahan di jalanan maupun tenda pengungsian.

Puluhan ribu orang lainnya masih dilaporkan hilang.

Pemerintah Venezuela belum mengeluarkan jumlah perkiraan resmi, tetapi PBB memperkirakan sebanyak 50.000 orang masih belum diketahui nasibnya.

Dua gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 terjadi secara beruntun hanya berselang 38 detik. Bencana ini menjadi salah satu gempa terburuk dalam sejarah Amerika Latin.

Gempa paling parah melanda wilayah pesisir La Guaira di utara ibu kota Caracas. Di kawasan tersebut, banyak kompleks permukiman rata dengan tanah.

Sepuluh hari setelah gempa, tim penyelamat mulai menghentikan pencarian korban selamat. Banyak keluarga masih berupaya mengevakuasi jenazah kerabat mereka dari reruntuhan.

Masa paling krusial untuk menemukan korban selamat umumnya berakhir setelah 72 jam, meski beberapa orang masih berhasil ditemukan hidup pada pekan ini.

Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, menggelar upacara pemberian medali kepada tim penyelamat internasional, termasuk anjing-anjing pelacak yang terlibat dalam operasi.

"Venezuela sedang mengalami duka yang sangat mendalam.

>>> Chicago Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan AS di Tengah Cuaca Panas Ekstrem

Banyak keluarga masih berharap dapat menemukan orang-orang tercinta dalam keadaan hidup, sementara banyak lainnya telah kehilangan segalanya," kata Rodriguez.