>>> Bocoran Dekorasi Pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce Terungkap

Ombak mencapai 80 meter di dekat gunung dan 3-13 meter di pantai.

Pada 2026, aktivitas Anak Krakatau kembali meningkat.

Pada awal Juli 2026, status waspada dinaikkan menjadi Siaga (Level III) setelah erupsi yang memuntahkan abu setinggi 200 meter.

Pemantauan menunjukkan peningkatan gempa vulkanik dangkal, tremor, dan emisi gas.

Erupsi sebelumnya pada 2021-2023 bersifat Strombolian dengan lontaran lava dan abu hingga ratusan meter.

Apa yang Terjadi Jika Anak Krakatau Meletus?

Jika Anak Krakatau meletus, skenario yang mungkin terjadi meliputi erupsi magmatik dan abu vulkanik, serta keruntuhan flank dan tsunami.

Letusan Strombolian atau Vulcanian akan memuntahkan abu, batu apung, dan lava.

Abu bisa mencapai ketinggian ribuan meter, mengganggu lalu lintas penerbangan, dan menyebabkan hujan abu di wilayah sekitar.

Dalam skala besar, ini bisa memengaruhi pertanian dan kesehatan pernapasan masyarakat.

>>> Cara Cek Spesifikasi dan Harga Oppo Reno16 Series Terbaru 2026

Keruntuhan flank dapat memicu tsunami vulkanik yang mengancam pesisir Banten dan Lampung.