Badan Geologi Indonesia menaikkan status Gunung Anak Krakatau dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) pada Jumat, 3 Juli 2026.

Keputusan ini diambil setelah data menunjukkan lonjakan aktivitas vulkanik dan pergerakan magma menuju permukaan.

>>> Kebijakan Pengembalian Pajak yang Ditingkatkan Dorong Belanja di China

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menyatakan bahwa peningkatan aktivitas mengindikasikan suplai magma yang bergerak ke permukaan.

Oleh karena itu, warga dan wisatawan diminta menjauhi kawah aktif.

Badan Geologi telah menetapkan zona larangan sejauh 5 kilometer di sekitar kawah aktif.

Masyarakat diimbau mengikuti instruksi otoritas setempat dan tetap waspada.

>>> Taylor Swift dan Travis Kelce Ubah MSG Jadi Benteng untuk Pernikahan

Pemantauan dilakukan secara terus-menerus menggunakan jaringan seismik, pengukuran deformasi, dan pengamatan visual.

Hal ini untuk mendeteksi perubahan aktivitas vulkanik sejak dini.

Indonesia menggunakan sistem peringatan gunung api empat level, mulai dari Normal, Waspada, Siaga, hingga Awas.

>>> Jangan Anggap Sepele, Ini Penyebab Payudara Nyeri saat Olahraga

Level Siaga menunjukkan peningkatan aktivitas dan risiko erupsi yang semakin nyata.