Selain berbicara mengenai siswa, Ari juga menepis anggapan bahwa program MBG berdampak terhadap kesejahteraan tenaga pendidik.

Sebagai kepala sekolah yang menjabat sejak 2023, ia memastikan guru dan tenaga kependidikan, baik yang berstatus pegawai negeri sipil maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), tetap menerima gaji dan tunjangan secara penuh tanpa kendala sejak program berjalan.

"Baik yang berstatus pegawai negeri sipil maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja tetap menerima gaji dan tunjangan secara penuh dan tepat waktu setiap bulan sejak program MBG berjalan," imbuhnya.

Ari menambahkan enam guru honorer dan pekerja harian lepas di sekolah tersebut juga tidak mengalami pemotongan ataupun keterlambatan pembayaran gaji.

>>> KPK: Pengembalian Amplop Bupati Kuansing Tak Hapus Pidana

Ia turut mengungkap bahwa proses rekrutmen guru PPPK tetap berlangsung sesuai mekanisme pemerintah daerah. Bahkan, sekolahnya mendapatkan tambahan 15 guru dan staf tata usaha.