Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan dalam sidang uji materi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2025 tentang APBN 2026 di Mahkamah Konstitusi.

Seorang kepala sekolah yang dihadirkan pemerintah membeberkan pengalaman langsung mengenai dampak program tersebut terhadap aktivitas belajar siswa.

>>> Golkar ke NU: Nasihati Negara Saja, Jangan Sibuk Cari Pemenang Pilpres!

Kesaksian itu datang dari Kepala SMP Negeri 34 Bekasi, Ari Purnama. Ia mengaku melihat perubahan nyata sejak sekolahnya mulai menerima program MBG pada Agustus 2025.

"Izinkan saya menyampaikan bahwa program MBG memberikan manfaat nyata bagi peserta didik di sekolah kami," kata Ari dalam persidangan di MK, dikutip dari Antara.

Menurut Ari, salah satu perubahan paling terlihat adalah meningkatnya konsentrasi siswa saat mengikuti pelajaran setelah makan siang.

Ia juga mengamati kondisi fisik para peserta didik jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.

"Para siswa terlihat lebih fokus dan aktif mengikuti pembelajaran setelah makan siang bersama, serta berkurangnya jumlah siswa yang mengantuk dan lemas pada siang hari," ujarnya.

Tak hanya berdampak pada proses belajar, Ari menyebut tingkat kehadiran siswa di sekolah juga mengalami peningkatan setelah program MBG diterapkan.

Di SMP Negeri 34 Bekasi, sebanyak 1.069 siswa menjadi penerima manfaat program tersebut.

>>> DEN: Inflasi Juni 2026 Naik Jadi 3,34%, Dipicu Tiga Faktor Utama

"Tingkat kehadiran peserta didik di sekolah kami meningkat setelah dilaksanakan program MBG," ungkap dia.

Dalam keterangannya, Ari menjelaskan pelaksanaan MBG sama sekali tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar.

Program tersebut dijadwalkan berlangsung pada pukul 12.00 hingga 13.00 WIB, bertepatan dengan waktu istirahat kedua sehingga seluruh proses pembelajaran tetap berjalan normal.