Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno menyatakan pemerintah pusat telah turun tangan menangani warga terdampak kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang mencatat sebanyak 154 warga mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat paparan asap kebakaran.

>>> Kenapa Penumpang Pesawat Dianjurkan Banyak Minum Air?

"Kementerian Kesehatan sudah masuk untuk penanganan itu," kata Pratikno di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Jumat (3/7).

Selain Kemenkes, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga telah mengirimkan bantuan logistik, termasuk masker, untuk masyarakat terdampak.

Pratikno menambahkan bahwa agenda pemberdayaan ekonomi bagi warga terdampak juga mulai dibahas.

Waspada Komplikasi Pneumonia

Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, mewaspadai risiko komplikasi ISPA menjadi pneumonia yang berpotensi mengancam keselamatan kelompok rentan.

Mayoritas penderita ISPA adalah balita, orang dewasa, dan kelompok rentan lainnya. Penanganan dini sangat penting agar infeksi tidak berkembang menjadi pneumonia.

"Yang paling penting dijaga jangan sampai mereka itu menjadi pneumonia.

Kalau dia jadi pneumonia akan berbahaya, karena pneumonia pada balita atau orang yang rentan bisa menyebabkan kematian," ujar Hendra.

Hingga saat ini, belum ditemukan warga terdampak yang mengalami komplikasi pneumonia.

>>> Messi Bobol Cape Verde, Argentina Unggul 1-0 di Babak Pertama

Hendra meminta warga yang mengalami gejala gangguan pernapasan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan atau posko kesehatan yang telah disediakan.

Dinkes telah mendirikan lima posko kesehatan di sekitar lokasi kebakaran dan mengerahkan 50 tenaga medis untuk melayani warga terdampak.

Kebakaran TPA Jatiwaringin telah berlangsung sejak Selasa (30/6). Hingga hari keempat, sekitar 30 persen area yang terbakar berhasil dikendalikan.

Upaya pemadaman dilakukan melalui jalur udara dan darat, termasuk water bombing dari BNPB dan penyemprotan oleh petugas pemadam kebakaran.

Alat berat jenis excavator juga dioperasikan untuk mengurai timbunan sampah dan membuka akses ke titik api di dalam gunungan sampah.

BNPB masih mengkaji rencana operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mempercepat pemadaman, menunggu kondisi atmosfer yang memungkinkan berdasarkan pemantauan BMKG.

Sebanyak 30 personel Manggala Agni dari Kementerian Kehutanan akan dilibatkan dalam percepatan pemadaman dengan metode inject.

>>> Babak 1 Piala Dunia 2026: Messi Cetak Gol, Argentina Unggul

Akses jalan dari TPA Jatiwaringin menuju Kecamatan Sukadiri masih dibatasi, hanya untuk kendaraan operasional pemadam kebakaran, TNI, Polri, petugas medis, dan instansi terkait.