Pemerintah Indonesia semakin serius mempertimbangkan pembangunan Special Financial Center atau Pusat Finansial Internasional. Salah satu lokasi yang masuk dalam pertimbangan adalah Bali.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan Bali menjadi salah satu alternatif yang sedang dibahas. Namun, lokasi final untuk proyek tersebut belum diputuskan.

>>> Modus Monopoli Ompreng MBG, Seret Jenderal Polisi Aktif

Pemerintah akan memilih kawasan yang paling nyaman dan memberikan kemudahan bagi investor internasional. "Kita akan cari tempat yang paling comfortable untuk internasional investor," ujarnya, Jumat (3/7).

Daya Tarik Bali bagi Investor Global

Presiden Prabowo Subianto menilai Bali memiliki daya tarik kuat di mata masyarakat global. Ia mencontohkan banyak warga Rusia dan Ukraina yang pindah ke Bali pada 2022.

Menurut Prabowo, kondisi itu menunjukkan Bali telah berkembang menjadi kawasan internasional yang diminati. Gagasan pusat finansial khusus diyakini dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi global.

>>> Roy Suryo Hadiri Sidang dr Tifa Sebelum Praperadilan: Itu Sangat Menguntungkan

Sebelumnya, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan juga pernah menyampaikan rencana serupa. Kini, usulan itu semakin relevan seiring perubahan kondisi geopolitik dunia.

Presiden menilai Indonesia berada pada posisi menguntungkan ketika banyak investor mencari negara yang stabil dan jauh dari konflik.

"Ternyata, sekarang uang-uang yang di Timur Tengah, dia mau ke mana? Negara mana yang tidak perang sekarang?

>>> Jokowi Klaim Tak Wajib Tunjukkan Ijazah Asli ke Publik, Dilindungi UU

Indonesia salah satu yang paling diminati," ujar Prabowo.