Tokoh Amerika Kaji Ulang Cita-Cita Pendiri Bangsa di HUT Kemerdekaan ke-250
Sejumlah pemimpin Amerika di bidang sains, seni, dan olahraga mengevaluasi kembali cita-cita pendiri bangsa pada 1 Juli 2026, menjelang peringatan 250 tahun Deklarasi Kemerdekaan.
Analisis sejarah yang dimuat The New York Times dan laporan 60 Minutes menyoroti warisan dokumen 1776 tersebut sebagai keyakinan sipil yang terus berkembang sekaligus realitas historis yang kompleks.
>>> Ledakan Bom Paket di Monaco Targetkan Oligarki Ukraina
Deklarasi Kemerdekaan sering dipandang sebagai teks sakral yang menekankan kesetaraan manusia.
"Kami menganggap kebenaran-kebenaran ini sebagai hal yang jelas dengan sendirinya, bahwa semua manusia diciptakan sama," demikian bunyi pernyataan tersebut.
Mantan Presiden Gerald Ford pernah menekankan otoritas moral dokumen itu saat peringatan 200 tahun kemerdekaan. "Deklarasi adalah Polaris tatanan politik kita — bintang tetap kebebasan.
Ia kebal terhadap perubahan karena menyatakan kebenaran moral yang abadi," kata Ford.
Perspektif Sejarah dan Makna Kesetaraan
Sejarawan Pauline Maier dalam bukunya "American Scripture: Making the Declaration of Independence" mencatat bahwa teks asli lebih fokus pada ortodoksi politik dan teori kontrak sosial John Locke, bukan emansipasi umum.
Maier menjelaskan bahwa pernyataan tentang kebenaran yang jelas dengan sendirinya berkaitan dengan manusia dalam "keadaan alami" sebelum pemerintahan terbentuk.
"Mengenai orang, kesetaraan berarti tidak seorang pun memiliki otoritas atas orang lain berdasarkan hak kelahiran atau sebagai anugerah Tuhan," tulis Maier.
Thomas Paine dalam pamflet "Common Sense" yang beredar beberapa bulan sebelum penandatanganan mendukung sentimen era Revolusi.
"Semua manusia pada awalnya setara, tidak seorang pun sejak lahir berhak mendirikan keluarganya sendiri dalam preferensi abadi atas semua orang selamanya," tulis Paine.
Refleksi Tokoh Kontemporer
Update Terbaru
Jokowi Tolak Tunjukkan Ijazah ke Publik, Kuasa Hukum Buka Suara
Jumat / 03-07-2026, 01:56 WIB
Kejagung Serahkan Berkas Oknum TNI Aktif ke Jaksa Militer Terkait Korupsi Motor Listrik Rp1 Triliun
Jumat / 03-07-2026, 01:56 WIB
Prabowo Akui Bali Dilirik Jadi Pusat Finansial Internasional
Jumat / 03-07-2026, 01:56 WIB
Modus Monopoli Ompreng MBG, Seret Jenderal Polisi Aktif
Jumat / 03-07-2026, 01:56 WIB
Roy Suryo Hadiri Sidang dr Tifa Sebelum Praperadilan: Itu Sangat Menguntungkan
Jumat / 03-07-2026, 01:56 WIB
Jokowi Klaim Tak Wajib Tunjukkan Ijazah Asli ke Publik, Dilindungi UU
Jumat / 03-07-2026, 01:56 WIB
Oppo Enco Air 5 Resmi Meluncur di India dengan ANC 52dB dan Baterai 54 Jam
Jumat / 03-07-2026, 01:56 WIB
Sutradara Ghost in the Shell Pastikan Tidak Ada GenAI dalam Remake
Jumat / 03-07-2026, 01:43 WIB
Masalah di Balik Perangkat AI Rahasia SpaceX
Jumat / 03-07-2026, 01:42 WIB
Meta Ketergantungan pada AI Google, Zuckerberg Dipermalukan
Jumat / 03-07-2026, 01:42 WIB
Kingdom Come: Deliverance Board Game Hadir Musim Gugur 2026, Kental dengan Elemen RPG
Jumat / 03-07-2026, 01:42 WIB
Jennifer Holland Ungkap Alasan James Gunn Sering Rekrut Teman di Filmnya
Jumat / 03-07-2026, 01:42 WIB
Jennifer Holland Ungkap Alasan James Gunn Sering Rekrut Teman di Filmnya
Jumat / 03-07-2026, 01:42 WIB
Capcom Majukan Rilis Onimusha: Way of the Sword ke September 2026
Jumat / 03-07-2026, 01:42 WIB






