CEO Meta Mark Zuckerberg baru saja mengalami momen memalukan setelah terungkap bahwa perusahaannya sangat bergantung pada kecerdasan buatan milik Google.

Menurut laporan Financial Times, Google telah memutus akses Meta ke model AI Gemini awal tahun ini.

>>> Kingdom Come: Deliverance Board Game Hadir Musim Gugur 2026, Kental dengan Elemen RPG

Langkah ini berdampak langsung pada proyek AI Meta, termasuk moderasi data dan layanan pelanggan.

Ironisnya, Meta memilih Gemini dibandingkan model open-source buatan sendiri, Llama, karena performanya jauh lebih baik. Sumber FT menyebut permintaan Meta terhadap model Google sangat tinggi.

Padahal, Meta telah berkomitmen menginvestasikan lebih dari setengah triliun dolar dalam dua tahun ke depan.

>>> Jennifer Holland Ungkap Alasan James Gunn Sering Rekrut Teman di Filmnya

Namun, upaya AI perusahaan justru dilanda masalah internal, seperti moral rendah, pertikaian, dan kepergian eksekutif.

Meta kini meminta karyawannya lebih hemat menggunakan token AI, setelah sebelumnya mendorong penggunaan AI sebanyak mungkin. Ini menunjukkan perubahan kebijakan drastis.

Sementara itu, Meta masih mengembangkan model penalaran multimodal bernama Muse Spark. Perusahaan menyebutnya sebagai langkah pertama untuk mengurangi ketergantungan pada model lain seperti Gemini.

>>> Jennifer Holland Ungkap Alasan James Gunn Sering Rekrut Teman di Filmnya

Namun, menurut sumber FT, Meta membutuhkan bantuan Google untuk mencapai tujuan tersebut. Situasi ini menambah daftar panjang masalah AI yang dihadapi Meta.