Ledakan Bom Paket di Monaco Targetkan Oligarki Ukraina
Sebuah bom paket yang dikendalikan jarak jauh meledak di pintu masuk bangunan residensial di Monako pada Senin, 29 Juni 2026, sekitar pukul 21.00 waktu setempat.
Ledakan tersebut melukai tiga warga Ukraina, termasuk oligarki kaya Vadim Ermolaev. Otoritas setempat menepis motif terorisme dan menyebutnya sebagai upaya pembunuhan terencana.
>>> Cara Cepat Membuat Iklan dalam 5 Detik dengan AI Terbaru 2026
Ledakan terjadi di dekat perbatasan Prancis dan memecahkan jendela di lingkungan sekitar, menyebabkan luka ringan serta syok pada empat orang lainnya.
Otoritas Monako meluncurkan perburuan bersama dengan polisi Prancis untuk melacak tersangka yang tidak dikenal.
Tersangka mengenakan jaket hitam, celana krem, dan topi hitam yang menutupi wajah saat melarikan diri dengan berjalan kaki ke Beausoleil, Prancis.
Jaksa Agung Monako, Stéphane Thibault, dalam konferensi pers pada 30 Juni mengonfirmasi bahwa penyidik secara aktif memburu pelaku dengan sumber daya yang signifikan.
"Kami belum menangkapnya, tetapi bekerja sama dengan otoritas Prancis, kami mengejarnya untuk mengidentifikasi dan menangkapnya secepatnya," ujar Thibault.
Penyidik mengungkapkan bahwa tersangka melakukan pengintaian pagi hari terhadap keluarga Ermolaev, menunggu sekitar satu jam di dekat gedung, mengikuti mereka ke pintu masuk, dan meledakkan bom ransel yang disembunyikan dari jarak beberapa puluh meter.
>>> 10 Ledakan Surya Kelas M dan Satu X1.1 Picu Badai Geomagnetik
Ledakan tersebut menyebabkan Ermolaev dan putranya yang berusia 13 tahun mengalami luka ringan.
Namun, seorang wanita Ukraina yang berdiri paling dekat dengan perangkat mengalami luka parah di bagian bawah tubuh dan masih dalam kondisi mengancam jiwa di rumah sakit.
Warga setempat, Silvano Ippolito, menceritakan kejadian berdarah setelahnya. Ia awalnya mengira ledakan kuat itu sebagai kebocoran gas.
"Kakinya hilang," ujar Ippolito.
Polisi yudisial menganalisis puing-puing tas yang meledak dan bangku umum untuk mencari jejak DNA.
Latar belakang bisnis oligarki yang menjadi sasaran, termasuk masuk dalam daftar pantau penerbangan Ukraina dan sanksi regulasi perbankan di masa lalu, menjadi bagian dari konteks penyelidikan.
>>> Brandon Nakashima Hadapi Jan-Lennard Struff di Babak Kedua Wimbledon
Penyelidikan pidana berlanjut dengan tuduhan percobaan pembunuhan dan penempatan bahan peledak ilegal. Monako menstabilkan protokol tanggap darurat setelah gangguan langka terhadap lingkungan yang sangat aman di kerajaan tersebut.
Update Terbaru
Eks Rekan Ungkap Keretakan Hubungan Tifa dan Roy Suryo di Kasus Ijazah Jokowi
Jumat / 03-07-2026, 02:56 WIB
Gerindra Sentil Bupati Purwakarta Om Zein soal Lagu yang Dinilai Lecehkan Perempuan
Jumat / 03-07-2026, 02:56 WIB
Dokter Tifa Disebut Menangis Usai Dipecat Tim Roy Suryo di Kasus Ijazah Jokowi
Jumat / 03-07-2026, 02:56 WIB
Sony Sebut AI sebagai Teknologi Fundamental yang Mendukung Strategi Perusahaan
Jumat / 03-07-2026, 02:43 WIB
Sony Sebut AI sebagai Teknologi Fundamental yang Mendukung Strategi Perusahaan
Jumat / 03-07-2026, 02:42 WIB
Panas Terik Landa Peserta US Senior Open di Scioto
Jumat / 03-07-2026, 02:42 WIB
EA Sports Buka Early Access College Football 27, Ini Fitur Barunya
Jumat / 03-07-2026, 02:42 WIB
Paramount Jadwalkan Finale Musim Pertama Dutton Ranch pada Juli 2026
Jumat / 03-07-2026, 02:42 WIB
Assassin's Creed Black Flag Resynced Hadirkan Fitur Menyelam Bebas dan Banyak Bangkai Kapal Baru
Jumat / 03-07-2026, 02:41 WIB
WNBA Skors Alyssa Thomas Satu Pertandingan Usai Hard Foul ke Caitlin Clark
Jumat / 03-07-2026, 02:41 WIB
Elena Rybakina Hadapi Caty McNally di Babak Kedua Wimbledon 2026
Jumat / 03-07-2026, 02:41 WIB
Assassin's Creed Black Flag Resynced Hadirkan Fitur Menyelam Bebas dan Banyak Bangkai Kapal Baru
Jumat / 03-07-2026, 02:36 WIB
The Ramparts of Ice Season 2 Tayang Oktober 2026
Jumat / 03-07-2026, 02:36 WIB
The Ramparts of Ice Season 2 Tayang Oktober 2026
Jumat / 03-07-2026, 02:36 WIB






