"Deniz harusnya mengoper bola secara horizontal di menit pertama. Dia tidak boleh men-chip bola dalam situasi seperti itu.

Jika itu gol, kita sudah unggul 1-0," ujar Nagelsmann.

Kamp Latihan Membosankan

Kondisi psikologis pemain makin diperparah dengan pemilihan lokasi kamp latihan di Hotel 'The Graylyn Estate' di Winston-Salem, Carolina Utara.

Kamp yang dipilih demi efisiensi jarak ke bandara dan lapangan latihan itu ternyata sangat terisolasi dan membosankan.

Saking frustrasinya dengan atmosfer yang menjemukan, Joshua Kimmich bahkan sempat bertanya kepada wartawan di sela-sela konferensi pers mengenai rekomendasi aktivitas luang di hari libur.

Penyerang Nick Woltemade juga membeberkan bahwa ia dan beberapa rekan setimnya terpaksa bermain petak umpet di area hotel karena kehabisan ide untuk mengusir kejenuhan.

Kisruh Fisioterapis Selundupan

Borok paling mengejutkan yang diungkap oleh Sky Sport adalah pecahnya keharmonisan antara pemain dengan staf medis pilihan Nagelsmann.

Pada awal tahun, DFB memecat Michael Deiss, fisioterapis kesayangan para pemain yang dikenal sangat dekat dengan mantan asisten pelatih Sandro Wagner.

Kepergian Deiss digantikan oleh staf bawaan Nagelsmann yang dinilai tidak kompeten oleh skuad.

Gerah dengan penanganan medis yang buruk, Kimmich dan sejumlah pemain pilar mengambil tindakan nekat dengan mendatangkan fisioterapis eksternal ternama, dokter Jurgen Siegele, dari Stuttgart secara sembunyi-sembunyi.

Siegele menyewa ruangan khusus secara privat untuk merawat belasan pemain Jerman yang merasa kelelahan akibat metode pemulihan staf Nagelsmann yang tidak efektif.

Masalah kebugaran dan kelemahan fisik ini terlihat jelas saat Jerman kedodoran memenangkan duel udara maupun darat dalam laga grup melawan Pantai Gading, Ekuador, hingga akhirnya dipulangkan oleh Paraguay.

Dengan menumpuknya kekacauan taktis dan disharmoni internal ini, kebersamaan Julian Nagelsmann bersama timnas Jerman dilaporkan segera berakhir dalam hitungan hari.

>>> Novan Sasongko Targetkan Promosi ke Liga 1 Bersama Persis Solo

DFB kini gencar dirumorkan tengah mengaktifkan klausul pendekatan untuk memboyong Jurgen Klopp sebagai suksesor utama demi menyelamatkan wajah sepak bola Jerman.