Akibatnya, saat strategi hibrida Kimmich mandek, Jerman tidak memiliki rencana cadangan di sektor tersebut.

Instruksi Lewat WhatsApp dan Ganti Neuer Diam-diam

Salah satu friksi terbesar di internal skuad adalah gaya komunikasi Nagelsmann yang dinilai berjarak, kaku, dan cenderung arogan.

Di belakang layar, para pemain mengeluhkan minimnya obrolan tatap muka secara personal.

Nagelsmann lebih sering memberikan instruksi atau pemberitahuan penting mengenai pemanggilan skuad hanya melalui pesan suara singkat di aplikasi WhatsApp.

Mantan pelatih Bayern Munchen ini juga dikritik karena jarang memantau performa pemainnya secara langsung di stadion.

Kasus komunikasi terburuk menimpa kiper Oliver Baumann.

Ia baru mengetahui dirinya didegradasi menjadi kiper cadangan melalui siaran langsung mikrofon Sky Sport, setelah berbulan-bulan diyakinkan oleh tim pelatih bahwa ia akan menjadi kiper utama menyusul kembalinya Manuel Neuer.

>>> Menpora: Olahraga Bukan Lagi Beban Anggaran, Tapi Peluang Ekonomi

Mantan bek veteran Jerman, Mats Hummels, juga sempat melayangkan kritik tajam yang menyebut bahwa Nagelsmann tidak berlaku jujur dan adil kepada para pemain senior menjelang turnamen besar.

Janji Palsu dan Kritik Pemain di Depan Media

Nagelsmann dinilai merusak prinsip hierarki tim yang ia bangun sendiri.

Gelandang Leon Goretzka, yang sempat dicoret pada tahun 2024, dipanggil kembali musim semi ini dengan janji manis akan diberikan peran krusial di Piala Dunia 2026.

Namun kenyataannya, Goretzka justru di bangku cadangan sepanjang turnamen.

Kondisi serupa dialami striker muda Nick Woltemade yang jarang mendapatkan menit bermain, lalu tiba-tiba dimasukkan dalam situasi krusial adu penalti melawan Paraguay dalam kondisi mental yang rapuh, yang berujung pada kegagalan eksekusinya.

Lebih buruk lagi, Nagelsmann tak segan mengambinghitamkan pemainnya sendiri di depan publik. Usai laga kontra Paraguay, ia menyalahkan penyerang Deniz Undav secara terbuka ke media.