Menurut Firda, beberapa provinsi telah memiliki mekanisme pendaftaran bagi calon peserta vasektomi maupun metode operasi wanita (MOW), yang kemudian akan dilanjutkan dengan konseling sebelum tindakan.

Ia menegaskan konseling menjadi tahapan penting karena vasektomi merupakan metode kontrasepsi permanen bagi pria yang sudah yakin tidak ingin memiliki anak lagi.

Selain biaya, Kemendukbangga/BKKBN juga berupaya memperluas akses dengan menambah tenaga kesehatan yang mampu melakukan vasektomi.

Firda mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Ikatan Ahli Urologi Indonesia (IAUI), Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI), serta Kementerian Kesehatan untuk memperbanyak pelatihan bagi tenaga medis.

"Kami semakin mempererat hubungan dengan Ikatan Dokter Urologi dan juga memberikan pelatihan kepada dokter-dokter umum agar terampil melakukan vasektomi," ujarnya.

>>> Purbaya Bantah Patriot Bond Danantara Jadi Celah Pencucian Uang

Selain pelatihan bagi dokter umum, BKKBN juga melakukan penyegaran kompetensi bagi dokter spesialis serta mendorong setiap kabupaten dan kota memiliki tim layanan vasektomi agar masyarakat tidak perlu pergi jauh untuk mengakses layanan tersebut.