Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN mengakui biaya menjadi salah satu faktor yang membuat vasektomi belum banyak diminati pria.

Direktur Bina Akses Pelayanan Keluarga Berencana (KB) dr. Fajar Firdawati mengatakan biaya vasektomi secara mandiri bisa mencapai jutaan rupiah.

>>> Dokter Tifa Didakwa Fitnah dan Pencemaran Nama Baik Kasus Ijazah Jokowi

"Untuk pelayanan vasektomi ini masih sebagian besar bergantung dari pelayanan yang sifatnya bakti sosial," kata Firda dalam Media Briefing bertema 'Sinergitas Program: Melibatkan Pria dalam Kesetaraan Reproduksi', Selasa (30/6).

Menurut informasi yang diterima BKKBN dari sejumlah daerah, biaya vasektomi mandiri berkisar Rp8 juta hingga Rp9 juta.

Ketua Tim Kerja Provider KB Pria dr. Raymond Nadeak menambahkan biaya bisa lebih tinggi jika tindakan dilakukan oleh dokter spesialis di rumah sakit, mencapai di atas Rp10 juta.

Bantuan Pembiayaan dari Pemerintah

Raymond menjelaskan vasektomi termasuk layanan KB yang masuk dalam manfaat Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Selain itu, Kemendukbangga/BKKBN juga menyalurkan dukungan melalui Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) sebesar sekitar Rp1,5 juta per tindakan vasektomi.

"Program pemerintah melalui bantuan operasional KB ini sangat membantu sekali bagi masyarakat yang memang terkendala pembiayaan dan ingin melakukan vasektomi," ujar Raymond.

Namun, Firda menekankan kuota bantuan tersebut masih terbatas karena disesuaikan dengan alokasi anggaran di masing-masing daerah.

"Kuotanya juga tidak terlalu banyak.

>>> Pelatih Senegal Anggap Penalti Kontroversial Belgia Bukan Wilayahnya

Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kami di pusat bagaimana nantinya memungkinkan melalui bakti sosial lebih banyak masyarakat yang bisa mengakses layanan ini," ujarnya.

Cara Mendaftar Vasektomi

BKKBN mendorong masyarakat yang berminat menjalani vasektomi untuk mendaftar melalui kantor penyuluh KB atau dinas yang menangani program keluarga berencana di daerah masing-masing.