Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, membantah bahwa dirinya sakit saat menjalani pemeriksaan kesehatan pekan lalu.

Pada periode tersebut, Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X ditunjuk sebagai pelaksana harian (Plh) menggantikan Sultan.

>>> Aldi Taher Tantang Baskara Putra Debat, Perselisihan Berawal dari Tulisan di Festival Musik

Sultan kembali bertugas pada Rabu (2/7) dan mengikuti rapat paripurna di Kantor DPRD DIY.

"Ya, iya (bukan karena sakit)," kata Sultan saat ditanya mengenai alasan cutinya.

Ia menjelaskan bahwa dirinya menjalani medical check up sebagai bentuk kesadaran akan usia yang bertambah.

"Saya kan boleh untuk check up kan boleh, tahu diri lah," ujarnya.

Raja Keraton Yogyakarta itu menegaskan bahwa dirinya rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, namun kini intervalnya lebih pendek.

>>> Galaxy A18 Tak Lagi Pakai Chip Exynos, Beralih ke MediaTek dan Qualcomm

"Kalau dulu, saya itu selalu check up setahun sekali. Tapi, kalau sekarang enggak berani, ya enam bulan sekali," jelasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Pemprov DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menyatakan bahwa penunjukan Plh adalah prosedur administratif yang wajar.

"Hal yang sangat wajar dan lumrah jika pimpinan sedang berhalangan melaksanakan tugas dengan alasan apa pun," katanya di Yogyakarta, Kamis (20/6).

Menurut Made, kebijakan ini bertujuan untuk memastikan tidak ada kekosongan kewenangan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.

>>> Jakarta X Beauty 2026 Dibuka, Pengunjung Antre Serbu Diskon

Ia juga meluruskan spekulasi mengenai suksesi kepemimpinan, menegaskan bahwa alasan ketidakhadiran Sultan adalah keperluan medis.