Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memastikan ketahanan industri manufaktur Indonesia tetap terjaga meskipun menghadapi berbagai tantangan global dan domestik.

Hal ini tercermin dari capaian Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada Juni 2026 yang berada di angka 52,90, meskipun melambat 0,66 poin dibandingkan bulan sebelumnya.

>>> Korban Gempa Venezuela Marah ke Pemerintah Rodriguez, Ini Sebabnya

Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arief mengatakan bahwa data tersebut menunjukkan optimisme pelaku industri masih terjaga di tengah dinamika ekonomi.

Tantangan Produksi dan Permintaan

Febri menjelaskan bahwa pada Juni 2026, industri dalam negeri menghadapi tantangan dari dua sisi sekaligus, yaitu produksi dan permintaan.

Dari sisi produksi, kenaikan harga bahan baku impor akibat konflik geopolitik di Timur Tengah dan pelemahan nilai tukar rupiah menjadi beban tambahan.

Selain itu, pemadaman listrik di sejumlah kawasan industri turut menghambat proses produksi, terutama bagi industri yang bergantung penuh pada pasokan listrik.

Kenaikan harga gas industri dari hasil regasifikasi LNG juga menjadi tantangan, namun Kemenperin mengapresiasi langkah Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang berhasil menurunkan harga dari USD23 menjadi USD13 per MMBTU.

Dari sisi permintaan, kenaikan harga barang konsumsi dan penyesuaian harga BBM nonsubsidi memengaruhi ruang belanja masyarakat terhadap produk manufaktur.

>>> 7 Ciri Mantan Hanya Ingin Berteman, Jangan Salah Tafsir

Meski demikian, pemerintah menilai tekanan tersebut masih terkendali dengan inflasi diperkirakan tetap dalam sasaran nasional 2,5 persen ±1 persen.

Prospek Ekspor dan Dukungan Pemerintah

Di sisi lain, prospek ekspor manufaktur menunjukkan perkembangan positif dengan permintaan dari sejumlah negara tujuan nonmigas terus tumbuh.

Febri menambahkan bahwa kuatnya pasar domestik juga menjadi faktor penting, didukung berbagai program strategis pemerintah.

Program seperti Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, mandatori biodiesel B50, Kampung Nelayan, serta tahun ajaran baru 2026/2027 diharapkan memberikan efek berganda terhadap permintaan produk manufaktur.

Kombinasi pasar domestik yang besar, belanja pemerintah, dan prospek ekspor yang membaik menjadi fondasi bagi industri manufaktur untuk tetap bertahan dan tumbuh.

>>> Kejagung Tetapkan Brigjen Lalu Muhammad Iwan Tersangka Korupsi MBG

Kemenperin akan terus memperkuat kebijakan untuk menjaga daya saing industri, termasuk memastikan pasokan bahan baku, memperkuat pasar domestik, memacu hilirisasi, dan memperluas akses pasar ekspor.