Korban Gempa Venezuela Marah ke Pemerintah Rodriguez, Ini Sebabnya
Sepekan setelah gempa bumi kembar mengguncang Venezuela, jumlah korban tewas mencapai sekitar 2.000 orang. Selain itu, puluhan ribu warga kehilangan tempat tinggal.
Sebanyak 15.866 orang kehilangan tempat tinggal dan 10.571 lainnya luka-luka. Pemerintah telah menyiapkan posko pengungsian, namun warga mulai frustrasi dengan lambatnya kerja pemerintah.
>>> 7 Ciri Mantan Hanya Ingin Berteman, Jangan Salah Tafsir
Laporan BBC menyebut banyak warga harus berjuang sendiri mencari anggota keluarga yang tertimbun.
Miguel Oscar Nunez, misalnya, sedang mencari anak tunggalnya yang berusia 34 tahun, Angel, yang terjebak di apartemen 12 lantai di La Guaira.
"Putra saya, sama seperti ratusan orang lainnya, terjebak di bawah puing-puing. Kami sangat membutuhkan bantuan tambahan dari pemerintah secepatnya untuk mengevakuasi mereka.
Ada kemungkinan gempa itu tidak membunuhnya, tapi bayangkan jika dia meninggal justru karena kelalaian pemerintah," ujar Miguel dengan amarah.
Kevin Montilla, yang istrinya Luzmary dan putrinya Jhoerliyzmar berada di rumah saat gempa, juga mengeluhkan respons pemerintah. "Operasi penyelamatan dimulai sangat terlambat dan berjalan lambat.
Awalnya hanya warga sekitar yang membantu. Polisi hanya datang memantau, tidak ikut membantu," katanya.
Di pelabuhan utama La Guaira, beberapa ruangan dijadikan kamar mayat.
>>> Kejagung Tetapkan Brigjen Lalu Muhammad Iwan Tersangka Korupsi MBG
Darvin Silva (37) menceritakan perjuangannya mengeluarkan ibunya yang tewa tertimpa tiang bangunan dengan tangan kosong, palu, dan kapak.
Puluhan ribu warga kehilangan tempat tinggal dan kesulitan mencari makanan serta tempat berlindung. Dokter memperingatkan kemunculan wabah penyakit karena warga tidur di jalanan.
UNHCR melaporkan kekurangan makanan secara luas, layanan dasar lumpuh, dan saluran komunikasi terputus di La Guaira, wilayah terdampak paling parah.
"Mereka membagikan pasokan, tetapi terkadang orang-orang nyaris saling membunuh demi makanan, suasananya seperti sabung ayam," ujar Daniela Armas (18), seorang pedagang yang luka-luka.
Dua gempa dahsyat berkekuatan Magnitudo 7,2 dan 7,5 pada 24 Juni merobohkan banyak kompleks perumahan. Puluhan ribu orang belum diketahui nasibnya dan dikhawatirkan terjebak reruntuhan.
Operasi pencarian dan penyelamatan terus dilakukan meskipun jendela waktu 72 jam untuk bertahan hidup telah berlalu.
>>> Aldi Taher Tantang Hindia Debat Terbuka usai Bela Kameramen
Presiden sementara Venezuela Delcy Rodriguez mengatakan, "Puluhan bangunan telah runtuh, dan kami melakukan upaya penyelamatan sangat intensif untuk menyelamatkan sebanyak mungkin nyawa."
Update Terbaru
Kalshi Luncurkan Kontrak Prediksi Piala Dunia 2026 untuk Warga AS
Kamis / 02-07-2026, 17:07 WIB
Olivia Wilde Bawa Film Komedi 'The Invite' ke Sundance
Kamis / 02-07-2026, 17:07 WIB
Newcastle Alihkan Fokus ke Bakat Muda Usai Jual Tonali £100 Juta
Kamis / 02-07-2026, 17:07 WIB
TVS Resmi Luncurkan Skutik 110 Cc Rp19 Jutaan, Siap Saingi Honda Beat
Kamis / 02-07-2026, 17:07 WIB
Dokter Tifa Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli di Sidang dan Publik
Kamis / 02-07-2026, 17:07 WIB
Wardah Raih Cannes Lion Berkat Inovasi Hear in Hijab
Kamis / 02-07-2026, 17:07 WIB
WINGS Group Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis di Jawa Timur, Bantu 20 Anak
Kamis / 02-07-2026, 17:05 WIB
Prabowo Sambut Hangat Presiden Belarus Lukashenko di Istana Merdeka
Kamis / 02-07-2026, 17:05 WIB
Kebakaran TPA Jatiwaringin, Pengangkutan Sampah di Kabupaten Tangerang Tetap Normal
Kamis / 02-07-2026, 17:05 WIB
Menginap di Daloha Beach & Dive Resort, Sajikan Sinema Alam dari Fajar hingga Senja
Kamis / 02-07-2026, 17:01 WIB
Rekomendasi Build Columbina Genshin Impact: Skill, Artefak, dan Party
Kamis / 02-07-2026, 17:00 WIB
Lineup dan Jadwal Timnas Mobile Legends di Asian Games 2026
Kamis / 02-07-2026, 17:00 WIB
IHSG Ditutup Menguat ke 5.744 pada Perdagangan Kamis Sore
Kamis / 02-07-2026, 17:00 WIB
Portugal vs Kroasia: Duel Lini Tengah Kelas Dunia di Piala Dunia 2026
Kamis / 02-07-2026, 17:00 WIB






