Sebuah studi terbaru mengidentifikasi dampak jangka panjang dari emisi perusahaan-perusahaan polutan terbesar dunia terhadap kenaikan permukaan laut.

Penelitian yang diterbitkan di Environmental Research Letters pada 2023 ini memprediksi bahwa kontribusi mereka akan berlangsung hingga 300 tahun ke depan.

>>> Harta Karun Emas Villena: Dua Benda Paling Langka Berasal dari Luar Angkasa

Para peneliti dari Union of Concerned Scientists menganalisis data historis sejak 1854 dari 122 produsen minyak, gas, batu bara, dan semen terbesar.

Kelompok ini dikenal sebagai Carbon Majors.

Studi ini menemukan bahwa emisi dari perusahaan-perusahaan tersebut bertanggung jawab atas 58% kenaikan suhu udara global dan 37% kenaikan permukaan laut rata-rata global yang telah terjadi.

Dampak Tak Terhindarkan hingga Tahun 2300

Model prediktif yang digunakan menunjukkan bahwa emisi masa lalu dari perusahaan-perusahaan ini akan menyebabkan tambahan kenaikan permukaan laut sebesar 10 hingga 22 inci pada tahun 2300.

>>> 5 Rekomendasi Suplemen Magnesium untuk Atasi Insomnia dan Stres

Yang mengkhawatirkan, upaya dekarbonisasi industri saat ini tidak dapat menghentikan peningkatan spesifik ini. Kerusakan atmosfer telah terjadi dan akan dirasakan oleh generasi mendatang.

Data satelit terbaru dari studi yang dipimpin NASA menunjukkan bahwa permukaan laut global naik 0,23 inci per tahun pada 2024, melampaui proyeksi awal 0,17 inci per tahun.

Sebagian besar lonjakan ini disebabkan oleh ekspansi volume air laut yang lebih hangat.

>>> 4 Buku Tulis Sekolah Tebal dan Murah, Tak Perlu Ribet Pasang Sampul

Para peneliti menekankan bahwa identifikasi sumber emisi spesifik membantu upaya mitigasi yang lebih efektif. Fokus pada sektor dengan emisi tertinggi menawarkan peluang terbaik untuk kemajuan iklim yang terukur.