Pemilik Polestar mulai khawatir nilai kendaraan listrik (EV) mereka akan ambruk setelah pemerintah AS melarang penjualan mobil baru Polestar mulai tahun 2027.

Larangan dari Bureau of Industry and Security Departemen Perdagangan AS itu mengejutkan dealer dan pemilik. Volvo, yang juga menggunakan komponen China, justru mendapat pengecualian.

>>> DRL BMW X5 Disebut Mirip Logo X Milik Elon Musk

Pemilik khawatir nilai jual kembali EV mereka akan terpuruk seperti yang terjadi pada Fisker setelah bangkrut pada 2024.

Sejumlah pembeli justru menyambut chaos ini dengan harapan harga Polestar bekas makin murah.

Ryan Rodriguez, pemilik Polestar 2024, mengaku akan berpikir ulang jika tahu larangan akan datang. Ia khawatir masalah garansi di masa depan.

>>> Chevrolet Corvette Stingray 2027 Jadi Mobil 200 MPH Termurah, Cuma Rp1,2 Miliar

Masa Depan Layanan dan Pembaruan Perangkat Lunak

Polestar berjanji akan terus mengoperasikan 32 pusat layanan di AS yang berada di dealer Volvo. Namun, kelangsungan jangka panjang pusat-pusat itu masih belum pasti.

Pemilik juga khawatir mobil mereka tidak akan mendapat pembaruan perangkat lunak secara teratur. Polestar menyatakan semua kendaraan di AS akan terus mendapatkan pembaruan.

Karl Brauer dari iSeeCars menilai Volvo dapat meredam dampak negatif dari keluarnya Polestar dari AS. Namun, pemilik Bill Baird ragu karena sudah mengalami kesulitan servis di dealer Volvo.

>>> Lamborghini Urus Performante SE: Tenaga 801 HP, Akselerasi Sama dengan Versi Lama

Polestar menegaskan komitmennya untuk merawat kendaraan di AS, meskipun masa depan merek di pasar Amerika masih suram.