Dunia hiburan Korea Selatan diguncang spekulasi dan perdebatan publik setelah laporan menghubungkan ikon musik global G-Dragon dengan aktor kontroversial Yoo Ah In.

Pada 30 Juni 2026, laporan Koreaboo menyoroti kekhawatiran publik yang meningkat atas potensi kembalinya aktor pemenang penghargaan Yoo Ah In ke industri.

>>> Komdigi Beri Tenggat 3 Juli, 25 PSE Terancam Diblokir

Inti kontroversi berasal dari laporan media yang mengungkapkan bahwa Yoo Ah In sedang dalam pembicaraan lanjutan untuk menandatangani kontrak eksklusif dengan Galaxy Corporation, agensi multi-media yang menaungi pemimpin BIGBANG, G-Dragon.

Koneksi ini langsung memicu gelombang reaksi online di komunitas domestik dan internasional.

Bagi banyak pengamat, asosiasi antara G-Dragon dan pelaku kejahatan narkoba yang mencoba kembali ke industri sangat sensitif.

Publik mengamati dengan saksama bagaimana potensi keselarasan agensi ini dapat memengaruhi reputasi perusahaan dan artis utamanya.

Negosiasi Kontrak Bernilai Miliaran Won

Menurut beberapa sumber industri dan laporan eksklusif dari media domestik seperti OSEN dan TV Daily, pertemuan Yoo Ah In dengan Galaxy Corporation berlangsung positif.

Diskusi tersebut melibatkan investasi finansial besar untuk mengamankan hak representasi eksklusif aktor tersebut, menandakan bahwa agensi melihat nilai besar dalam kemampuan aktingnya meskipun citra publiknya rusak.

Rumor di pasar menunjukkan bahwa Galaxy Corporation telah menyiapkan tawaran yang sangat menguntungkan, termasuk uang muka dan opsi saham.

Sementara Galaxy Corporation memilih bungkam, sumber industri mencatat bahwa bonus penandatanganan potensial sangat besar.

Seorang sumber yang akrab dengan struktur kontrak agensi mengungkapkan, "Galaxy Corporation telah mengonfirmasi mengajukan biaya kontrak eksklusif setidaknya 5 miliar won kepada aktor Yoo Ah-in."

Angka yang dilaporkan, sekitar $3,24 juta USD, mencerminkan strategi rekrutmen profil tinggi yang sebelumnya digunakan Galaxy Corporation untuk bakat top lainnya, seperti Taemin SHINee yang diduga menerima biaya kontrak mendekati 7 miliar won.