Dua anggota Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) tewas dan dua lainnya terluka dalam insiden penembakan di Provinsi Kermanshah, Iran bagian barat, Senin (29/6).

Stasiun penyiaran negara IRIB melaporkan pihak berwenang menganggap insiden ini sebagai "aksi teroris".

>>> Cairkan JHT Sebelum Pensiun Kena Pajak Progresif, Ini Rinciannya

Peristiwa itu terjadi saat Iran dan Amerika Serikat kembali tegang dan sempat saling serang setelah gencatan senjata dan penandatanganan nota kesepahaman.

Serangan tersebut terjadi pada Senin malam di Kabupaten Paveh, dekat perbatasan Iran dengan Irak. Demikian laporan IRIB yang mengutip pernyataan dari Kantor Hubungan Masyarakat IRGC di Provinsi Kermanshah.

>>> Beragam Promo Spesial BRIDAY, Belanja Lebih Hemat di Blibli

Menurut pernyataan IRGC, pelaku yang belum diketahui identitasnya melepaskan tembakan ke arah pintu masuk sebuah rumah. IRGC menyebutnya sebagai "aksi teroris yang pengecut dan penuh pengkhianatan".

Dua korban tewas diidentifikasi sebagai anggota IRGC yang bertugas di wilayah setempat. Dua orang lainnya mengalami luka-luka dalam serangan tersebut.

>>> Seskab: Peserta Magang Nasional 2026 Terima Gaji Rp3,5-6 Juta

IRGC menyatakan penyelidikan sedang berlangsung untuk menentukan kondisi seputar penembakan dan mengidentifikasi para pelaku. Hingga kini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.