Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim Iran telah setuju untuk melucuti program nuklirnya.

Klaim ini disampaikan Trump menjelang pertemuan antara pejabat AS dan perwakilan Iran di Doha, Qatar, pada Selasa (30/6).

>>> Duel Keras Belanda vs Maroko, Dua Pemain Berdarah di Kepala

Menurut Trump, pertemuan tersebut akan fokus pada denuklirisasi Iran. Ia menegaskan bahwa Teheran tidak akan diizinkan memiliki senjata nuklir.

"Pertemuan di Doha mungkin penting, mungkin tidak. Kita akan mengetahuinya.

Ini adalah denuklirisasi Iran. Kami tidak ingin mereka memiliki senjata nuklir, dan mereka tidak akan memilikinya.

Mereka telah menyetujuinya," ujar Trump di Ruang Oval, dikutip dari Fox News.

>>> 3 Rekomendasi Sepatu Lari Diadora Ori Termurah untuk Daily Run, Mulai Rp200 Ribuan

Trump mengklaim pertemuan itu dilakukan atas permintaan Iran. AS mengirim utusan khusus Gedung Putih Steve Witkoff dan penasihat Gedung Putih Jared Kushner.

Bantahan Iran

Pihak Iran membantah telah mencapai kesepakatan dengan AS. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan komitmennya terhadap nota kesepahaman (MoU) dengan AS, asalkan Washington memenuhi kewajibannya.

"Kesepahaman bersama adalah jalan dua arah. Jika pihak Amerika mematuhi perjanjian tersebut, kami juga akan memenuhi komitmen kami," kata Pezeshkian melalui akun X.

>>> Latsarmil Diubah Jadi Latihan Bela Negara dan Manajerial, Ini Penjelasannya

Pezeshkian juga menegaskan bahwa Iran akan mengandalkan rasionalitas dan martabat dalam pengambilan keputusan, serta membela diri secara tegas jika diperlukan.