Gedung Putih Bantah Klaim Trump Dapat Akses Awal Obat Penurun Berat Badan Eksperimental
Gedung Putih dengan tegas membantah klaim bahwa Presiden Donald Trump mendapat akses awal ke obat penurun berat badan eksperimental yang masih dalam tahap uji coba.
Laporan dari Stat News mengungkapkan bahwa seorang pria berusia 79 tahun pada April lalu mendapatkan akses ke retatrutide, obat yang dikembangkan Eli Lilly, sebelum publik.
>>> Madonna Kecam Keras Penggunaan AI dalam Seni
Meski identitasnya tidak dikonfirmasi, bukti situasional mengarah pada Trump yang berusia 80 tahun pada 14 Juni.
Menurut Stat, pasien tersebut memperoleh obat melalui program "compassionate use" FDA, yang biasanya diperuntukkan bagi pasien dengan kondisi serius dan mengancam jiwa.
Kasus ini menarik perhatian pejabat kesehatan tingkat atas, menunjukkan pasien memiliki koneksi kuat.
Juru bicara Gedung Putih Kush Desai dengan tegas membantah, menulis bahwa "aplikasi ini bukan untuk Presiden." Sebelumnya, Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan bersikap samar saat dimintai konfirmasi.
Retatrutide disebut sebagai "generasi berikutnya dalam demam GLP-1."
Obat ini termasuk golongan agonis reseptor GLP-1 seperti semaglutide (Ozempic) dan tirzepatide (Zepbound) yang terbukti efektif menurunkan berat badan dan mengobati diabetes tipe 2.
>>> Huang Zitao Didenda Polisi Beijing Rp6,5 Juta karena Langgar Lalu Lintas
Meski belum disetujui FDA, Eli Lilly merilis hasil uji coba menjanjikan pada Maret, menunjukkan pasien kehilangan rata-rata 28 persen berat badan dalam 80 minggu, mendekati efektivitas operasi bariatrik.
Menurut Stat, penerima misterius sebelumnya telah diobati dengan tirzepatide selama setahun namun hanya mengalami penurunan berat badan sedang.
Trump sendiri memiliki preseden menerima perawatan awal, seperti antibodi Regeneron saat COVID-19.
Hubungan dekat CEO Eli Lilly David Ricks dengan Trump juga menambah spekulasi. Ricks menghadiri makan malam di Mar-a-Lago dan dipuji Trump sebagai "eksekutif luar biasa."
Para ahli heran Eli Lilly menyetujui penggunaan obat untuk satu pasien melalui program compassionate use.
>>> Jin Ki Joo Ungkap Alasan Sering Berteriak di Drakor Teach You A Lesson
Ahli etika kesehatan Universitas New York Alison Bateman-House mempertanyakan logika program satu pasien, menyebutnya seperti menyuruh semua orang mengemudi mobil sendiri daripada menyewa bus.
Update Terbaru
Alannah Keyser Bicara soal Hujatan Akibat Video Ucapan Rasis
Rabu / 01-07-2026, 08:42 WIB
Cara Buat Username WhatsApp: Aturan dan Langkahnya
Rabu / 01-07-2026, 08:42 WIB
7 Tanda Ginjal Bermasalah yang Bisa Terlihat di Kulit
Rabu / 01-07-2026, 08:42 WIB
Komparasi JETOUR T1 dan Pesaingnya: Mana yang Lebih Unggul?
Rabu / 01-07-2026, 08:42 WIB
Daftar 6 Tim Tersingkir di 32 Besar Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 08:42 WIB
Rob Kardashian Tersenyum Lebar di Foto Keluarga Langka
Rabu / 01-07-2026, 08:40 WIB
Dilema Pajak JHT: Haruskah Tabungan Hari Tua Tetap Dipotong Pajak?
Rabu / 01-07-2026, 08:40 WIB
Polisi Diserang saat Selamatkan Wanita yang Disekap Eks Pacar di Kendari
Rabu / 01-07-2026, 08:40 WIB
Kylian Mbappe Soal Prancis Jumpa Paraguay di 16 Besar: Itu Nanti, Fokus Saya Mencari AC Sekarang!
Rabu / 01-07-2026, 08:36 WIB
Swedia Digilas Tiga Gol, Gary Neville Sebut Timnas Perancis Berada di Level yang Berbeda
Rabu / 01-07-2026, 08:35 WIB
Honda Jual Accord ke-15 Juta di AS, Adik Pembeli Pertama Jadi Pemilik ke-15.000.001
Rabu / 01-07-2026, 08:35 WIB
Irak Tangkap 47 Pejabat Korupsi, Termasuk Anggota DPR
Rabu / 01-07-2026, 08:35 WIB
Survei: Banyak Bank Sentral Dunia Mulai Kurangi Ketergantungan pada Dolar AS
Rabu / 01-07-2026, 08:35 WIB
Daftar 16 Negara Bebas Visa Indonesia, Turun Drastis dari 169 Negara
Rabu / 01-07-2026, 08:35 WIB






