Pasar mobil elektrifikasi di Indonesia semakin ramai dengan kehadiran berbagai model baru. Mulai dari mobil listrik murni, hybrid, hingga Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).

Salah satu pemain baru yang menarik perhatian adalah JETOUR T1. Model ini menawarkan dua pilihan: mesin bensin konvensional dan PHEV.

>>> Daftar 6 Tim Tersingkir di 32 Besar Piala Dunia 2026

Dibanderol mulai Rp300 jutaan, JETOUR T1 bersaing dengan Mitsubishi Destinator di segmen konvensional. Sementara di kelas PHEV, lawannya adalah Geely Starray dan Wuling Eksion.

Perbandingan Varian Bensin

JETOUR T1 bensin menggunakan mesin 1.500 cc dengan transmisi 7-DCT. Tenaga yang dihasilkan mencapai 167,6 hp dan torsi 270 Nm.

Dimensinya lebih besar dibanding Destinator: panjang 4.705 mm, lebar 1.967 mm, dan tinggi 1.843 mm.

Destinator memiliki panjang 4.680 mm, lebar 1.840 mm, dan tinggi 1.780 mm.

Dari segi fitur, JETOUR T1 yang dibanderol Rp388 juta dilengkapi 6 airbag, paddle shift, kamera 540, panel meter 10,25 inci, dan head unit 12,8 inci.

Ada juga delapan speaker voice assistant serta spion dengan pemanas dan lipat otomatis.

Sementara Destinator Exceed seharga Rp427 juta memiliki kamera 360, panel meter 12,3 inci, empat airbag, enam speaker, dan spion lipat otomatis.

Mesinnya 1.500 cc dengan transmisi CVT, tenaga 160,7 hp dan torsi 250 Nm.

Perbandingan Varian PHEV

JETOUR T1 i-DM yang diproduksi lokal dijual Rp538 juta. Rivalnya, Starray EM-I dan Eksion PHEV, sama-sama dibanderol Rp499 juta.

Dimensi JETOUR T1 i-DM: panjang 4.706 mm, lebar 1.967 mm, tinggi 1.843 mm, wheelbase 2.800 mm, ground clearance 190 mm, dan pelek 19 inci dengan run flat tire.