Mahkamah Agung AS Tolak Gugatan Pencemaran Nama Baik Alan Dershowitz terhadap CNN
Mahkamah Agung Amerika Serikat menolak permohonan Alan Dershowitz, mantan profesor hukum Universitas Harvard, untuk menghidupkan kembali gugatan pencemaran nama baik senilai $300 juta terhadap CNN.
Keputusan tersebut diumumkan dalam pemberitahuan singkat tanpa penjelasan, sehingga standar hukum yang ada bagi figur publik yang mengklaim pencemaran nama baik tetap berlaku.
>>> Batu Altar Stonehenge Berasal dari Skotlandia, Perjalanan Epik Zaman Neolitikum
Hakim konservatif Neil Gorsuch dan Clarence Thomas berbeda pendapat, dan menyerukan agar Mahkamah Agung meninjau kembali standar tersebut.
Latar Belakang Gugatan
Dershowitz, 87 tahun, mengajukan gugatan terhadap CNN pada tahun 2020.
Ia menuduh jaringan itu memfitnah dan mencemarkan nama baiknya melalui penyuntingan komentarnya di Senat selama persidangan impeachment Trump.
Ia mengklaim bahwa penyuntingan itu membuatnya tampak seolah-olah telah kehilangan akal sehat.
Perselisihan berfokus pada pertanyaan Senator Ted Cruz tentang apakah quid pro quo yang melibatkan bantuan militer Ukraina merupakan dasar pemakzulan.
Dershowitz menjawab bahwa satu-satunya hal yang membuat quid pro quo ilegal adalah jika 'quo' tersebut ilegal.
>>> Otak: Organ Seks Terkuat yang Tak Terduga
Ia berpendapat bahwa CNN hanya menyiarkan komentar keduanya, sehingga mengubah makna argumen hukumnya.
Dershowitz menyebut interpretasi CNN sebagai sesuatu yang tidak masuk akal dan bodoh, serta menuduh jaringan itu sengaja menipu pemirsanya.
Standar Hukum dan Putusan Pengadilan Sebelumnya
Pengadilan yang lebih rendah sebelumnya menolak gugatan tersebut karena Dershowitz gagal membuktikan bahwa CNN bertindak dengan 'actual malice' dalam pemberitaannya.
Putusan itu merujuk pada standar dari kasus New York Times Co v Sullivan tahun 1964, yang mewajibkan figur publik untuk membuktikan bahwa media dengan sengaja menerbitkan kebohongan atau menunjukkan kecerobohan terhadap kebenaran.
Dalam bandingnya, Dershowitz mendesak Mahkamah Agung untuk meninjau kembali putusan tahun 1964 tersebut, yang ia gambarkan sebagai benteng yang tidak dapat ditembus yang melindungi ketidakbertanggungjawaban media.
>>> 7 Aplikasi Game Penghasil Saldo DANA Terbukti Membayar di 2026, Ini Cara Memilihnya
Pengacara CNN berargumen bahwa standar 'actual malice' merupakan pilar hukum modern yang melindungi kebebasan berbicara yang dijamin oleh Amandemen Pertama.
Update Terbaru
Rob Kardashian Tersenyum Lebar di Foto Keluarga Langka
Rabu / 01-07-2026, 08:40 WIB
Dilema Pajak JHT: Haruskah Tabungan Hari Tua Tetap Dipotong Pajak?
Rabu / 01-07-2026, 08:40 WIB
Polisi Diserang saat Selamatkan Wanita yang Disekap Eks Pacar di Kendari
Rabu / 01-07-2026, 08:40 WIB
Kylian Mbappe Soal Prancis Jumpa Paraguay di 16 Besar: Itu Nanti, Fokus Saya Mencari AC Sekarang!
Rabu / 01-07-2026, 08:36 WIB
Swedia Digilas Tiga Gol, Gary Neville Sebut Timnas Perancis Berada di Level yang Berbeda
Rabu / 01-07-2026, 08:35 WIB
Honda Jual Accord ke-15 Juta di AS, Adik Pembeli Pertama Jadi Pemilik ke-15.000.001
Rabu / 01-07-2026, 08:35 WIB
Irak Tangkap 47 Pejabat Korupsi, Termasuk Anggota DPR
Rabu / 01-07-2026, 08:35 WIB
Survei: Banyak Bank Sentral Dunia Mulai Kurangi Ketergantungan pada Dolar AS
Rabu / 01-07-2026, 08:35 WIB
Daftar 16 Negara Bebas Visa Indonesia, Turun Drastis dari 169 Negara
Rabu / 01-07-2026, 08:35 WIB
Prabowo Beri Hormat ke Jokowi di HUT Bhayangkara ke-80
Rabu / 01-07-2026, 08:35 WIB
Mbappe Kirim Pesan Menyentuh untuk Deschamps Usai Bungkam Swedia
Rabu / 01-07-2026, 08:32 WIB
Cara Membuat Username WhatsApp agar Bisa Chat Tanpa Nomor HP
Rabu / 01-07-2026, 08:32 WIB
Apple Lobi AS Agar Bisa Pakai Chip RAM China, Harga DRAM Samsung Naik 100% Picu Ancaman Pasokan
Rabu / 01-07-2026, 08:32 WIB
Bandara Paling Berbahaya di Dunia, Tak Semua Pilot Bisa Mendarat di Sini
Rabu / 01-07-2026, 08:32 WIB






