Qualcomm Siapkan Strategi Pusat Data Khusus China yang Patuh Aturan Ekspor AS
Qualcomm secara resmi mengumumkan strategi pusat data yang difokuskan untuk pasar China, dengan seluruh produknya dirancang mematuhi peraturan ekspor Amerika Serikat.
Langkah ini menandai dorongan besar Qualcomm ke dalam infrastruktur kecerdasan buatan (AI) di China, di mana perusahaan berupaya menjadi alternatif serius bagi chip pusat data Nvidia.
>>> 15 Tahun Eksis, Pajero Sport Tetap Andalan Penggemar SUV Diesel
Dalam wawancara dengan Nikkei Asia, CEO Qualcomm Cristiano Amon mengonfirmasi bahwa perusahaan akan membawa seluruh lini produk pusat data ke pelanggan China.
Produk tersebut mencakup seluruh jajaran platform Dragonfly, termasuk akselerator AI, CPU pusat data, silikon kustom, dan solusi konektivitas.
Yang paling menonjol, Qualcomm berencana menawarkan akselerator AI yang disesuaikan secara khusus untuk China dan sepenuhnya mematuhi regulasi ekspor AS.
Amon menyoroti akar kuat Qualcomm di China, di mana ponsel pintar telah lama menjadi sumber pendapatan besar.
Ia melihat kemitraan yang sudah terjalin dengan produsen ponsel dan perusahaan otomotif China sebagai keunggulan utama yang kini dapat diperluas ke pusat data.
>>> Mendagri: Parade Tenun Belu Jaga Warisan Budaya dan Gerakan Ekonomi
"Kami memiliki versi dari semua produk kami yang mematuhi pedoman tersebut," kata Amon, seraya menambahkan bahwa mereka sudah dalam diskusi aktif dengan pelanggan dan optimistis dengan respons yang diterima.
Langkah ini muncul setelah Qualcomm resmi meluncurkan jajaran chip pusat data untuk menangani beban kerja AI.
Salah satu produk unggulan adalah akselerator AI250, yang menggunakan arsitektur near-memory inovatif (HBC) untuk mengatasi kelangkaan memori HBM yang melanda industri.
Fokus Qualcomm tampaknya pada pelayanan tugas inferensi secara efektif sambil tetap berada dalam batas regulasi.
Dengan ledakan permintaan AI, perusahaan China sangat membutuhkan opsi berkinerja tinggi yang sesuai aturan.
>>> The First Descendant Larang 400 Pemain dalam Razia Anti-Cheat Terbaru
Bagi Qualcomm, keberhasilan di sini dapat membantu diversifikasi di luar bisnis ponsel tradisional dan memperkuat posisinya di ekosistem AI yang lebih luas.
Update Terbaru
Latsarmil Kopdes Diubah, Biaya Rp45 Juta Per Orang Masih Misteri
Rabu / 01-07-2026, 08:49 WIB
Roy Suryo Bantah Hubungan dengan Dokter Tifa Retak
Rabu / 01-07-2026, 08:49 WIB
Mexico Perpanjang Rekor Dominan di Estadio Ciudad de Mexico pada Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 08:45 WIB
Prancis vs Paraguay di 16 Besar Piala Dunia 2026, Mbappe Kejar Messi
Rabu / 01-07-2026, 08:45 WIB
Mantan Kepala Angkatan Darat Israel Eisenkot Kampanyekan Lengserkan Netanyahu
Rabu / 01-07-2026, 08:45 WIB
Rudi Garcia Bela Skuad Belgia Jelang Lawan Senegal di Piala Dunia
Rabu / 01-07-2026, 08:43 WIB
HUT ke-75, IBI Jatim Tegaskan Komitmen Tingkatkan Layanan Ibu dan Anak
Rabu / 01-07-2026, 08:43 WIB
Alannah Keyser Bicara soal Hujatan Akibat Video Ucapan Rasis
Rabu / 01-07-2026, 08:42 WIB
Cara Buat Username WhatsApp: Aturan dan Langkahnya
Rabu / 01-07-2026, 08:42 WIB
7 Tanda Ginjal Bermasalah yang Bisa Terlihat di Kulit
Rabu / 01-07-2026, 08:42 WIB
Komparasi JETOUR T1 dan Pesaingnya: Mana yang Lebih Unggul?
Rabu / 01-07-2026, 08:42 WIB
Daftar 6 Tim Tersingkir di 32 Besar Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 08:42 WIB
Rob Kardashian Tersenyum Lebar di Foto Keluarga Langka
Rabu / 01-07-2026, 08:40 WIB
Dilema Pajak JHT: Haruskah Tabungan Hari Tua Tetap Dipotong Pajak?
Rabu / 01-07-2026, 08:40 WIB






