Selain Tak Boleh Ada Alumni, Ini Aturan MPLS 2026 dari Kemendikdasmen
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengeluarkan aturan baru untuk Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun 2026. Kegiatan ini harus bersifat edukatif, aman, dan bebas dari perpeloncoan.
Sekolah dilarang melibatkan alumni sebagai penyelenggara MPLS. Selain itu, aktivitas yang tidak memiliki nilai pendidikan juga tidak diperbolehkan.
>>> Peradi Bersatu Pertanyakan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa
MPLS wajib diikuti oleh peserta didik baru di semua jenjang, mulai dari TK/PAUD, SD, SMP, hingga SMA/SMK.
Kegiatan ini dimulai pada hari pertama masuk sekolah, yang secara umum jatuh pada 13 Juli 2026.
Dasar Hukum dan Larangan
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menjelaskan bahwa penyelenggaraan MPLS tahun ini mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 12 Tahun 2026.
Aturan tersebut menekankan bahwa MPLS harus menjadi momen membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman sejak hari pertama.
"Tidak boleh sama sekali ada perpeloncoan, kekerasan, pungutan atribut tidak edukatif, kegiatan tidak relevan, serta pelibatan alumni sebagai penyelenggara," ujar Suharti dalam webinar, Senin (22/6/2026).
Seluruh rangkaian MPLS harus berorientasi pada penguatan karakter dan perlindungan peserta didik.
>>> Kylian Mbappe: Lionel Messi Pemain Terbaik Dunia
Pedoman dan Tema MPLS 2026
Kemendikdasmen telah menerbitkan keputusan menteri yang memuat materi dan rujukan pelaksanaan MPLS.
Pedoman ini menjadi acuan bagi satuan pendidikan agar kegiatan berlangsung edukatif dan selaras dengan prinsip perlindungan anak.
Tahun ini, MPLS mengusung tema "Ramah, Hari Baru, Aman, dan Nyaman di Sekolah". Tema ini menegaskan komitmen pemerintah untuk memberikan pengalaman pertama yang positif bagi peserta didik.
Sekolah juga diminta melakukan sosialisasi kepada orang tua dan wali murid sebelum MPLS dilaksanakan. Hal ini penting agar semua pihak memahami tujuan dan mekanisme kegiatan.
Suharti menegaskan bahwa keberhasilan MPLS membutuhkan dukungan dari sekolah, orang tua, pemerintah, dan seluruh ekosistem pendidikan.
>>> Dari Persia Kuno, Timnas Iran Tinggalkan Surat Pesan Damai di Piala Dunia 2026
"Mari kita jadikan MPLS sebagai langkah awal membangun budaya sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas kekerasan," tuturnya.
Update Terbaru
Sony Konfirmasi PS3 PlayStation Store Tutup Global pada 2027
Minggu / 05-07-2026, 00:28 WIB
Epic Games Capai Kesepakatan dengan Pembocor Fortnite, Larang Akses Data Rahasia
Minggu / 05-07-2026, 00:28 WIB
Fosil Texas Ungkap Predator Laut Purba Baru, Tylosaurus rex
Minggu / 05-07-2026, 00:28 WIB
Alexandra Eala Kalahkan Iga Swiatek di Wimbledon, Swiatek Jatuh ke Peringkat 6
Minggu / 05-07-2026, 00:22 WIB
Empat Negara Buka Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Minggu / 05-07-2026, 00:22 WIB
Valkyries Incar Kemenangan Keempat Beruntun Lawan Dream
Minggu / 05-07-2026, 00:22 WIB
Kelly Ripa Khawatir dengan David Muir yang Akan Siaran 24 Jam
Minggu / 05-07-2026, 00:21 WIB
Chris Evert dan Martina Navratilova Hadapi Kanker dalam Film Dokumenter Baru
Minggu / 05-07-2026, 00:21 WIB
Jasa Marga Perkuat Layanan Pelanggan, Libatkan Rhenald Kasali dan Mohammed Ali Berawi
Minggu / 05-07-2026, 00:15 WIB
Lontong Wu Fu dan Tarian Topeng Meriahkan Perayaan Thay Shang Lao Jun di Kelenteng Tian Fu Gong
Minggu / 05-07-2026, 00:15 WIB
KPK: Kenaikan Gaji Kepala Daerah Tak Berkorelasi dengan Pencegahan Korupsi
Minggu / 05-07-2026, 00:15 WIB
Menghubungkan Titik-Titik: Mewujudkan Pemerintahan Digital di Indonesia
Minggu / 05-07-2026, 00:15 WIB
Pramono Anung Andalkan Ekonomi Kreatif sebagai Motor Pertumbuhan Baru Jakarta
Minggu / 05-07-2026, 00:15 WIB
PMI Indonesia Merosot ke Zona Kontraksi, Vietnam Justru Naik Kelas
Minggu / 05-07-2026, 00:14 WIB







