AI for Life: BINUS Dorong Pemanfaatan AI yang Humanis dan Bertanggung Jawab
Kecerdasan artifisial (AI) telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, mulai dari aplikasi kerja, layanan kesehatan, hingga sistem pendidikan.
Di tengah perkembangan pesat, muncul pertanyaan penting: bagaimana memastikan AI benar-benar bermanfaat bagi manusia, bukan sekadar tren teknologi?
>>> 4 HP Kamera 108 MP Harga Rp2 Jutaan dengan Layar AMOLED dan RAM Besar
Pertanyaan itu melahirkan gagasan "AI for Life", sebuah pendekatan yang menempatkan AI sebagai teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup, produktivitas, dan kesejahteraan masyarakat.
Gagasan ini menekankan bahwa teknologi harus memperkuat peran manusia, bukan menggantikannya.
Konsep "AI for Life" menjadi fokus utama BINUS University dalam perayaan 45 tahun perjalanannya di dunia pendidikan.
Melalui Dewan Guru Besar, universitas tersebut mendorong pemanfaatan AI secara luas dan bertanggung jawab, serta mengajak berbagai pihak melihat teknologi dari perspektif humanis.
Ketua Dewan Guru Besar BINUS University, Prof. Dr. Ir. Harjanto Prabowo, M. M.
, menegaskan bahwa perkembangan AI perlu diarahkan untuk memperkuat kehidupan manusia.
Menurutnya, teknologi akan berdampak lebih besar jika digunakan untuk menyelesaikan persoalan sosial, meningkatkan produktivitas, dan memperluas akses pendidikan.
Tiga Fokus Utama AI for Life
Dalam gagasan "AI for Life", terdapat tiga fokus utama. Pertama, bidang teknologi, engineering, dan teknologi informasi yang mendorong Indonesia tidak hanya menjadi pengguna AI.
>>> Sharp Target Penjualan Naik 20 Persen Lewat Promo Spektakuler di Jakarta Fair 2026
Indonesia perlu bergerak menuju fase transformasi sebagai pencipta nilai ekonomi dan sosial melalui AI.
Untuk itu, berbagai hal perlu dipersiapkan, mulai dari infrastruktur digital, pengelolaan data, perlindungan privasi, hingga pengembangan SDM teknologi.
Fokus kedua adalah bisnis dan industri kreatif. AI dipandang sebagai mitra strategis yang mempercepat inovasi dan efisiensi kerja.
Update Terbaru
Argentina, Kolombia, dan Mesir Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia
Sabtu / 04-07-2026, 14:36 WIB
Qantas Perluas Economy Plus ke Rute Asia, Incar Pasar Premium Indonesia
Sabtu / 04-07-2026, 14:35 WIB
10 Jurusan Kuliah Paling Dibutuhkan di Era Industri 2026
Sabtu / 04-07-2026, 14:35 WIB
Pasangan Dicambuk di Aceh Usai Berciuman Saat Siaran Langsung TikTok
Sabtu / 04-07-2026, 14:35 WIB
Paddy Pimblett Ingin Bertarung Lawan Conor McGregor di Kelas Welter
Sabtu / 04-07-2026, 14:35 WIB
Perlengkapan Wajib untuk Pesta Nonton Piala Dunia
Sabtu / 04-07-2026, 14:35 WIB
Stars and Scars: Taylor Swift, Travis Kelce, dan Trump Jadi Sorotan
Sabtu / 04-07-2026, 14:34 WIB
Drama Adu Penalti di Arlington! Mesir Singkirkan Australia Segel Tiket 16 Besar Piala Dunia 2026
Sabtu / 04-07-2026, 14:34 WIB
Portugal Penuh Keraguan Jelang Hadapi Spanyol di 16 Besar Piala Dunia 2026
Sabtu / 04-07-2026, 14:33 WIB
Cara Cepat Mengumpulkan Saldo Dana dengan Trik Optimalisasi Sistem Baterai Colady 2026
Sabtu / 04-07-2026, 14:28 WIB
Keiko Fujimori, 'Bangsawan' Politik Berdarah Jepang di Kursi No 1 Peru
Sabtu / 04-07-2026, 14:21 WIB
Scaloni Akui Waswas Hadapi Cape Verde di Piala Dunia 2026
Sabtu / 04-07-2026, 14:21 WIB






