Keiko Fujimori berhasil memenangkan pemilihan presiden Peru setelah tiga kali gagal. Pada percobaan keempat, ia akhirnya meraih kursi nomor satu di negara tersebut.

Putaran kedua pemilu yang digelar pada 7 Juni lalu dimenangkan Keiko dengan perolehan 50,135 persen suara.

>>> Scaloni Akui Waswas Hadapi Cape Verde di Piala Dunia 2026

Ia unggul tipis atas anggota parlemen dari kubu kiri, Roberto Sanchez, yang meraih 49,865 persen suara.

Ketua otoritas pemilu Peru, Roberto Burneo, mengumumkan langsung kemenangan Keiko dalam seremoni di Lima pada Jumat (3/7) waktu setempat.

Keiko terpilih bersama Luis Fernando Galarreta Velarde sebagai wakil presiden.

Dewan Elektoral Nasional Peru dijadwalkan mengumumkan secara resmi penetapan pemenang pada 3 Juli mendatang. Presiden terpilih akan dilantik pada 28 Juli untuk masa jabatan lima tahun.

Profil Keiko Fujimori

Bernama lengkap Keiko Sofía Fujimori Higuchi, ia adalah politikus konservatif Peru yang menjadi salah satu figur paling berpengaruh sekaligus kontroversial di negaranya.

Politikus berusia 51 tahun ini merupakan putri sulung mantan Presiden Peru, Alberto Fujimori, yang memimpin negara itu pada 1990-2000.

Kiprahnya di dunia politik sudah cukup lama.

Keiko mulai dikenal publik sejak usia muda.

>>> Pertamina dan KKP Perkuat Penyediaan BBM untuk Nelayan

Pada 1994, ketika ibunya, Susana Higuchi, berpisah dengan Alberto Fujimori, Keiko yang masih berusia 19 tahun ditunjuk menjadi Ibu Negara Peru dan menjalankan peran tersebut hingga akhir pemerintahan ayahnya.

Setelah Alberto Fujimori lengser pada 2000 akibat skandal korupsi dan pelanggaran hak asasi manusia, Keiko membangun karier politiknya sendiri.

Ia terpilih menjadi anggota Kongres Peru pada 2006 sebelum mendirikan partai Fuerza Popular.