Anggota DPR Ajak Warga Banyumas dan Cilacap Dukung Pembangunan Berwawasan Lingkungan
"Program ini penting agar masyarakat memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi dan kami memiliki kewajiban untuk mendengarkan, mencatat, serta memperjuangkannya," kata dia yang juga anggota Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI.
>>> Penambang Pasir Tertimbun Material APG Semeru Dirawat di RSUD Haryoto
Terkait tema pembangunan berwawasan lingkungan, dia menegaskan upaya menjaga alam harus dimulai dari lingkup terkecil, yakni keluarga dan lingkungan sekitar.
Kemudian diperluas hingga tingkat desa, kabupaten, dan nasional.
Menanggapi penolakan sebagian warga terhadap aktivitas pertambangan di sejumlah wilayah Banyumas, dia mengatakan persoalan lingkungan di daerah tersebut perlu menjadi perhatian serius.
Aktivitas penambangan, baik yang legal maupun ilegal, berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang terhadap ekosistem dan kehidupan masyarakat.
Menurut dia, penambangan material di sungai maupun kawasan lain dapat meningkatkan risiko banjir dan longsor apabila tidak dikelola secara bijaksana.
Ia juga menyoroti persoalan tata kelola perizinan pertambangan yang sebagian kewenangannya berada di tingkat pusat.
Dia mengaku telah menyampaikan persoalan tersebut kepada Gubernur Jawa Tengah saat kunjungan reses.
Dari penjelasan yang diterimanya, izin untuk sejumlah kegiatan pertambangan yang legal merupakan kewenangan pemerintah pusat sehingga memerlukan perhatian dan koordinasi lintas lembaga.
Oleh karena itu, ia menilai persoalan pertambangan di Banyumas tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.
Tetapi juga perlu mendapat perhatian pemerintah pusat, DPR RI, pelaku usaha, dan masyarakat agar kepentingan ekonomi tidak mengabaikan kelestarian lingkungan.
"Jangan hanya melihat keuntungan sesaat.
>>> Menkomdigi Apresiasi ICEC 2026 Bahas Ancaman Anak di Era Digital
Kita juga harus memikirkan keberlanjutan lingkungan dan keselamatan masyarakat agar tidak terus menghadapi banjir, longsor, maupun bencana lainnya," kata Erma.
Update Terbaru
Mengapa Laporan Hasil Observasi Harus Objektif? Ini 5 Alasannya
Rabu / 01-07-2026, 13:01 WIB
Gandeng Ulama, Pemkot Surabaya Targetkan Cakupan Imunisasi Anak Tembus 90 Persen
Rabu / 01-07-2026, 13:01 WIB
Kata-kata Didier Deschamps ke Kylian Mbappe Bawa Prancis Mulus Hampir ke Final Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 13:00 WIB
Deschamps Beri Hormat Khusus Usai Mbappe Bikin Dua Gol ke Gawang Swedia
Rabu / 01-07-2026, 13:00 WIB
Vasektomi Tak Ganggu Fungsi Seksual Pria, Ini Penjelasan Ahli
Rabu / 01-07-2026, 13:00 WIB
Vietnam Tunda Larangan Motor Bensin di Hanoi hingga 2028
Rabu / 01-07-2026, 13:00 WIB
Inggris Siapkan Adu Penalti Hadapi RD Kongo di Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 13:00 WIB
Nano Machine Chapter 319 Siap-Siap Panas! Ini Hal yang Perlu Diingat
Rabu / 01-07-2026, 13:00 WIB
Daftar Wilayah Masuk Puncak Musim Kemarau Juli 2026, Waspada Dampaknya
Rabu / 01-07-2026, 12:57 WIB
Beli Tiket ARTJOG 2026 Lewat BRImo, Dapat Diskon 15 Persen
Rabu / 01-07-2026, 12:56 WIB
DPR Hormati Putusan MK yang Tegaskan Pilkada Tetap Dipilih Rakyat
Rabu / 01-07-2026, 12:56 WIB
Haaland Jadi Pahlawan, Norwegia Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 12:56 WIB
Neraca Perdagangan RI Defisit US$1,61 Miliar pada Mei 2026
Rabu / 01-07-2026, 12:56 WIB
Cara Cek Tilang Elektronik ETLE Online via HP, Jangan Sampai STNK Diblokir
Rabu / 01-07-2026, 12:56 WIB






