Muhammadiyah Dorong Pemerintah Benahi Sistem Pengelolaan Program Makan Gratis
Organisasi Muhammadiyah mendesak pemerintah untuk melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Desakan ini disampaikan agar pelaksanaan program tetap berjalan sesuai target strategis nasional dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
>>> Timnas Inggris Andalkan Harry Kane Hadapi Kroasia di Piala Dunia 2026
Kritik dan dinamika yang muncul di lapangan dinilai harus menjadi momentum penguatan manajemen program.
Langkah pemenuhan gizi bagi masyarakat prasejahtera dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Badan Pelayan dan Pemenuhan Gizi Muhammadiyah (BPPGM), M Nurul Yamin.
"Program makan bergizi merupakan salah satu ikhtiar penting dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, dan memiliki daya saing tinggi.
Berbagai kritik harus dijadikan momentum berbenah untuk memperkuat sistem pengelolaan," kata M Nurul Yamin.
Tiga Pilar Utama Pengelolaan MBG
Menurut BPPGM, keberhasilan program memerlukan standar mutu yang kuat melalui tiga pilar utama.
>>> Portugal Ditahan Imbang RD Kongo di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Pilar pertama adalah keamanan pangan yang mencakup aspek halal, tayib, dan aman untuk dikonsumsi.
Pilar kedua adalah tata kelola yang amanah dan profesional.
Pilar ketiga adalah pengembangan ekosistem berkelanjutan.
Muhammadiyah menyatakan kesiapan menjadi mitra strategis pemerintah melalui jaringan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bidang pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial.
Keterlibatan ini didasarkan pada nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan untuk kemaslahatan umat.
>>> Dua Turis China Jadi Korban Perampokan Bersenjata di Meksiko Jelang Piala Dunia
BPPGM mengingatkan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah penerima, melainkan harus dibarengi peningkatan kapasitas pengelola, pengawasan berkelanjutan, serta transparansi anggaran.
Update Terbaru
Pernikahan Taylor Swift di MSG: Biaya Polisi Capai Rp2,5 Miliar
Rabu / 01-07-2026, 09:42 WIB
Hujan Lebat dan Badai Petir Tunda Laga Meksiko vs Ekuador di Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 09:42 WIB
Piala Dunia 2026 Buktikan Sepak Bola Tak Bisa Diukur dengan Algoritma
Rabu / 01-07-2026, 09:42 WIB
Buruh Tolak Kemasan Rokok Polos: Bukan Solusi Tapi Masalah Baru
Rabu / 01-07-2026, 09:42 WIB
KPK Sita Aset Ketum Pemuda Pancasila Japto Terkait Kasus Rita
Rabu / 01-07-2026, 09:42 WIB
Mulai Hari Ini, Turis Pulang dari Jepang Bayar Pajak Rp330 Ribu
Rabu / 01-07-2026, 09:42 WIB
BTS Kukuhkan Posisi di Billboard, Artis HYBE Juga Bersinar
Rabu / 01-07-2026, 09:40 WIB
Anggota DPR Usul Pebalap Liar di JLNT Dihukum Sita Motor dan Penjara
Rabu / 01-07-2026, 09:40 WIB
5 Rekor Mbappe usai Cetak Brace di Prancis vs Swedia
Rabu / 01-07-2026, 09:40 WIB
MA AS Tolak Perintah Trump Akhiri Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran
Rabu / 01-07-2026, 09:36 WIB
Manuel Neuer Pensiun dari Timnas Jerman Usai Tersingkir di Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 09:35 WIB
MK Tolak Gugatan Dharma Pongrekun soal KLB dan Wabah di UU Kesehatan
Rabu / 01-07-2026, 09:35 WIB
Digitalisasi Desa Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Teknologi Buka Peluang Usaha
Rabu / 01-07-2026, 09:35 WIB
Norwegia Kalahkan Pantai Gading 2-1, Haaland Jadi Kunci Kemenangan
Rabu / 01-07-2026, 09:35 WIB






