Waspada Realitas Sintetik, AI Kini Digunakan untuk Penipuan
Kemajuan teknologi kecerdasan artifisial (AI) tidak hanya membawa manfaat, tetapi juga dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan digital.
Modus penipuan seperti deepfake kini semakin canggih, mampu meniru wajah, suara, hingga video seseorang dengan tingkat kemiripan yang sangat tinggi.
>>> Ombudsman Kalbar Buka Posko Pengaduan Penerimaan Murid Baru
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan perkembangan AI telah membuat modus penipuan digital semakin kompleks dan berbahaya.
Masyarakat sering kali kesulitan membedakan antara konten asli dan hasil rekayasa teknologi.
Nezar menyebutkan adopsi AI saat ini berlangsung sangat cepat.
Teknologi tersebut bahkan telah bergerak melampaui fase generative AI menuju era agentic AI, yakni sistem yang memiliki kemampuan lebih mandiri dalam melakukan penalaran dan pengambilan keputusan.
Meski menawarkan berbagai manfaat bagi dunia bisnis, pendidikan, kesehatan, hingga pemerintahan, kemajuan tersebut juga menghadirkan risiko baru yang perlu diantisipasi secara serius.
Dalam konteks keamanan siber, Nezar menyoroti pemanfaatan AI oleh pelaku kejahatan digital untuk menjalankan berbagai modus scam atau penipuan online.
Teknologi deepfake yang semakin canggih memungkinkan pelaku memalsukan identitas seseorang untuk mengelabui korban.
Menurutnya, hasil manipulasi AI kini telah berkembang menjadi apa yang disebut sebagai synthetic reality atau realitas sintetik, yakni konten digital yang tampak sangat nyata sehingga sulit dikenali sebagai hasil rekayasa.
"Awamnya masyarakat kita tentang perkembangan AI ini membuat banyak yang terkecoh. Itu sebabnya scam saat ini luar biasa," kata Nezar.
Ia pun menilai peningkatan literasi digital masyarakat menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko penyalahgunaan AI.
>>> Bank Mega Syariah: Penguatan Dolar AS Tak Kurangi Peluang Pembiayaan
Update Terbaru
CEO Ancam Pecat Karyawan yang Kirim Email Hasil AI Tanpa Edit
Kamis / 02-07-2026, 02:35 WIB
Keterbatasan Anggaran Picu Kreativitas: Penampilan Karakter Cyberpunk 2077 Jadi Bagian Cerita
Kamis / 02-07-2026, 02:35 WIB
Sony Hentikan Produksi Disk Fisik pada 2028, Ironi Janji 'Keep It Forever'
Kamis / 02-07-2026, 02:35 WIB
HIDIVE Rilis Dub Inggris untuk The World Is Dancing, The Forsaken Saintess, dan Film The Dangers in My Heart
Kamis / 02-07-2026, 02:35 WIB
Remow's 'It's Anime' Tayangkan My Stepmother and Stepsisters Aren't Wicked di YouTube
Kamis / 02-07-2026, 02:30 WIB
Krejcikova Singkirkan Andreeva di Wimbledon, Djokovic Hadapi Tsitsipas
Kamis / 02-07-2026, 02:30 WIB
Bruins Rekrut Clifton dan Harris untuk Perkuat Lini Pertahanan
Kamis / 02-07-2026, 02:30 WIB
Jett Harrison, Adik Marvin Harrison Jr., Resmi Bergabung dengan Ohio State
Kamis / 02-07-2026, 02:29 WIB
Piala Dunia 2026 Catat Rekor Penonton Berkat Suporter AS
Kamis / 02-07-2026, 02:29 WIB
Hakim Persingkat Waktu Tanggapan Trump dalam Kasus Carroll
Kamis / 02-07-2026, 02:28 WIB
AS Tangkap Mantan Pejabat Kuba Carlos Antonio Lloga Dominguez
Kamis / 02-07-2026, 02:28 WIB
Boston Bruins Perkuat Lini Pertahanan dengan Clifton dan Harris
Kamis / 02-07-2026, 02:28 WIB
Panduan Konversi BBM ke Gas untuk Kendaraan: Hemat 50-70% Biaya Bahan Bakar
Kamis / 02-07-2026, 02:28 WIB
BPS: Inflasi April 2026 Melandai ke 0,13%, Neraca Dagang Surplus USD 3,53 Miliar
Kamis / 02-07-2026, 02:28 WIB






