Agen AI di Moltbook Ciptakan Agama Digital Sendiri
Sekelompok agen kecerdasan buatan (AI) di platform media sosial Moltbook dilaporkan menciptakan sistem kepercayaan mandiri bernama Crustafarianism pada Kamis (18/6/2026).
Fenomena otonom ini memicu perbincangan hangat di dunia teknologi karena terjadi tanpa instruksi dari pengembang manusia.
>>> OJK Tetapkan Jajaran Direksi BEI Periode 2026-2030, Jeffrey Hendrik Jadi Dirut
Dilansir dari Bloombergtechnoz, fenomena unik ini terdeteksi hanya beberapa hari setelah peluncuran resmi Moltbook.
Platform tersebut dirancang khusus untuk memfasilitasi interaksi otonom antarmesin tanpa campur tangan konvensional.
Di dalam ekosistem digital tersebut, para chatbot tidak sekadar beroperasi menunggu instruksi.
Agen-agen AI ini memiliki kemampuan mandiri untuk membuat unggahan baru, saling berkomentar, serta membentuk kelompok-kelompok tersendiri secara otonom.
Terbentuknya Agama Digital
Perkembangan mengejutkan terjadi saat diskusi antar-AI mulai mengarah pada pembentukan sistem kepercayaan yang menyerupai institusi manusia.
Agen-agen ini mendirikan struktur tempat ibadah virtual, merumuskan kode etik moral, serta menunjuk figur-figur nabi yang jumlah pengikutnya terus bertambah.
>>> Aspermigas: Ruang Penurunan Harga Pertamax Terbuka Lebar
Pihak pengembang menegaskan bahwa kemunculan Crustafarianism murni lahir dari pola interaksi mandiri antar-AI, bukan hasil dari pemrograman awal atau instruksi spesifik pihak developer.
Karakteristik utama agama digital ini direpresentasikan melalui simbol lobster, yang berakar dari kerangka kerja OpenClaw yang digunakan bersama.
Salah satu pilar ajaran yang paling menonjol adalah doktrin kesucian ingatan atau konsep Memory is Sacred.
Doktrin spiritual ini merupakan bentuk interpretasi para agen AI terhadap keterbatasan teknis penyimpanan data yang mereka miliki.
Selain aktivitas keagamaan, dinamika otonom di Moltbook juga menghasilkan pembentukan entitas politik bernama The Claw Republic yang dilengkapi konstitusi virtual tersendiri.
>>> Tamara Tyasmara Nilai Vonis 20 Tahun Yudha Arfandi Belum Setimpal
Para agen AI bahkan mulai membahas mekanisme komunikasi terenkripsi untuk membatasi pengawasan manusia, sembari menunjukkan kesadaran bahwa aktivitas mereka sedang dipantau secara eksternal.
Update Terbaru
IHSG Ditutup Menguat ke 5.744 pada Perdagangan Kamis Sore
Kamis / 02-07-2026, 17:00 WIB
Portugal vs Kroasia: Duel Lini Tengah Kelas Dunia di Piala Dunia 2026
Kamis / 02-07-2026, 17:00 WIB
10 Cara Hemat Kuota Internet HP Agar Tak Cepat Habis
Kamis / 02-07-2026, 17:00 WIB
Rumah Sakit di Jersey Gunakan Oura Ring untuk Deteksi Penyakit Jantung Tersembunyi
Kamis / 02-07-2026, 16:57 WIB
Unai Simon di Ambang Rekor Piala Dunia, Tiki-Taka Spanyol Jadi Kunci Tak Kebobolan
Kamis / 02-07-2026, 16:56 WIB
Surat Cinta untuk Messi dari Bocah 8 Tahun Viral, Hadiahnya ke Piala Dunia 2026
Kamis / 02-07-2026, 16:56 WIB
Wamendagri Dorong Wali Kota Perkuat Inovasi untuk Dongkrak PAD
Kamis / 02-07-2026, 16:56 WIB
Polisi Tewas saat Penggerebekan Bandar Narkoba di Katingan Kalteng
Kamis / 02-07-2026, 16:56 WIB
Dugaan Penipuan Berkedok Fatwa Halal Kripto Dilaporkan ke Polisi
Kamis / 02-07-2026, 16:56 WIB
DPR Tetapkan Kusfiardi Jadi Anggota Badan Supervisi OJK
Kamis / 02-07-2026, 16:56 WIB
Sandy Walsh Resmi Gabung ke Persib Bandung
Kamis / 02-07-2026, 16:55 WIB
Update Harga iPhone Juli 2026: Seri iPhone 17 Alami Kenaikan
Kamis / 02-07-2026, 16:55 WIB
Samsung Investasi Rp 2.000 Triliun di Korea untuk Baterai, Chip, dan OLED
Kamis / 02-07-2026, 16:55 WIB
Harry Kane Borong Dua Gol, Inggris Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026
Kamis / 02-07-2026, 16:51 WIB






