Enam Perusahaan Bidik Dana IPO Rp41 Triliun di Bursa Hong Kong
Sebanyak enam perusahaan secara resmi meluncurkan penawaran saham perdana (IPO) di bursa Hong Kong pada Rabu (17/6/2026).
Mereka membidik dana total mencapai HK$ 19,8 miliar atau setara US$ 2,5 miliar (sekitar Rp41 triliun).
>>> Muhammadiyah Dorong Pembenahan Menyeluruh Tata Kelola Program MBG
Langkah korporasi besar ini terjadi seiring kondisi pasar global yang mulai stabil pasca-perjanjian gencatan senjata di Timur Tengah.
Selain itu, tingginya permintaan pasar terhadap sektor kecerdasan buatan (AI) dan ekonomi baru turut mendorong aksi ini.
Aktivitas IPO Hong Kong Melonjak
Berdasarkan data LSEG hingga 11 Juni 2026, akumulasi dana IPO dan pencatatan saham kedua di bursa Hong Kong telah mencapai US$ 21,5 miliar sepanjang tahun berjalan 2026.
Angka itu melonjak lebih dari dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun 2025.
Kepala Pengembangan dan Produk ECM Asia-Pasifik di Citigroup, Kenneth Chow, memproyeksikan tingkat aktivitas yang tinggi akan berlanjut di paruh kedua tahun ini.
Menurutnya, semakin banyak perusahaan Tiongkok Daratan yang ingin mengumpulkan modal dan perusahaan internasional yang memandang Hong Kong sebagai tujuan pencatatan saham yang menarik.
Pemilihan waktu peluncuran pada pertengahan pekan ini juga dipengaruhi oleh dorongan pemenuhan regulasi keuangan dari para emiten.
Kenny Ng, ahli strategi di China Everbright Securities International, mengatakan bahwa peluncuran pada hari Rabu kemungkinan didorong oleh emiten yang ingin melakukan pencatatan saham sebelum tenggat waktu pengungkapan keuangan paruh pertama.
Ng menambahkan bahwa sentimen pasar domestik terhadap aksi korporasi global tidak akan mendominasi pergerakan pasar lokal secara berlebihan.
>>> Produksi Smartphone Global Diprediksi Anjlok 16,2% akibat Lonjakan Harga Memori
Update Terbaru
Gelombang Panas dan Badai Ancam Perayaan 4 Juli di AS
Rabu / 01-07-2026, 16:22 WIB
Calon PM Inggris Lebih Suka di Warrington daripada Washington, tapi Kebijakan Luar Negeri Akan Mendominasi
Rabu / 01-07-2026, 16:22 WIB
Prancis dan Norwegia Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia
Rabu / 01-07-2026, 16:21 WIB
ABC Indonesia Perkuat Komitmen Keamanan Pangan Lewat Program Manajemen Risiko BPOM
Rabu / 01-07-2026, 16:21 WIB
Api Belum Padam, Kebakaran TPA Jatiwaringin Berstatus Tanggap Darurat
Rabu / 01-07-2026, 16:21 WIB
Taylor Swift Siapkan Banyak Gaun Pengantin, Terinspirasi dari Elizabeth Taylor
Rabu / 01-07-2026, 16:21 WIB
Emina Glosszilla Lip Jelly Vinyl, Lip Cream Glossy Ringan dengan Efek Bibir Plumpy
Rabu / 01-07-2026, 16:21 WIB
Sah! Ojol Resmi Jadi UMKM Mulai 1 Juli 2026
Rabu / 01-07-2026, 16:20 WIB
Laporan Etik AS: Trump Kantongi Rp21,5 T dari Bisnis Kripto Keluarga
Rabu / 01-07-2026, 16:20 WIB
Kapolri Akui Polri Belum Sempurna, Terbuka Terima Kritik
Rabu / 01-07-2026, 16:20 WIB
Pasokan Air Falls Lake Tetap, Satu Pengguna Didenda Akibat Pelanggaran Air
Rabu / 01-07-2026, 16:15 WIB
Anthropic Rambah Bisnis Obat, Fokus pada Penyakit Terabaikan
Rabu / 01-07-2026, 16:15 WIB
Boy Arnez Banjir Tawaran Klub Luar Negeri Usai Juara AVC Cup 2026
Rabu / 01-07-2026, 16:15 WIB
Toko Buku di Apex Tutup Akibat Kenaikan Sewa 64%, Bisnis Lain Terancam
Rabu / 01-07-2026, 16:15 WIB






