Penyebab Gangguan Baterai Litium Motor Listrik dan Cara Mengatasinya
Baterai merupakan komponen paling vital dan bernilai tinggi pada sepeda motor listrik. Performa kendaraan serta masa pakainya sangat bergantung pada perawatan kesehatan baterai.
Meskipun baterai litium memiliki daya tahan lebih baik dibandingkan jenis SLA (Sealed Lead Acid), komponen ini tetap berpotensi mengalami kerusakan.
>>> BPH Migas Dorong CNG dan Mini LNG sebagai Alternatif LPG Rumah Tangga
Masalah biasanya baru terdeteksi setelah pemakaian dalam waktu lama.
Muhlasin, pemilik bengkel spesialis motor listrik EV Solution di Pondok Aren, Tangerang Selatan, mengungkapkan bahwa baterai litium umumnya baru menunjukkan gangguan setelah 2-3 tahun pemakaian.
Sementara baterai SLA sudah bermasalah dalam 1-2 tahun.
Gangguan pada BMS
Kerusakan yang sering terjadi pada baterai litium berakar pada Battery Management System (BMS).
Sistem elektronik ini bertugas mengatur dan mengawasi pengoperasian baterai, termasuk arus, tegangan, suhu, serta fluktuasi pengisian dan pengosongan daya di tiap sel.
Malafungsi BMS dapat menyebabkan kendaraan mogok karena arus listrik terhenti, indikator daya tidak akurat, atau proses pengisian ulang gagal.
>>> Penguatan Rupiah Kurangi Tekanan BI untuk Naikkan Suku Bunga
Namun, kondisi ini masih bisa diperbaiki tanpa mengganti seluruh unit baterai.
Mekanik di bengkel khusus biasanya akan memprioritaskan pengecekan jalur BMS sebelum menentukan tindakan korektif. Perbaikan bisa dilakukan dengan servis atau mengganti BMS saja, atau cukup melakukan balancing sel.
Ketidakseimbangan Tegangan Sel
Kendala lain yang kerap melanda baterai litium adalah ketidakseimbangan tegangan antar sel atau cell imbalance. Satu paket baterai litium terdiri dari banyak sel yang beroperasi secara simultan.
Perbedaan tegangan antar sel dapat terjadi seiring waktu akibat pengisian dan pengurasan energi yang tidak merata.
Kondisi ini memicu kebutuhan penyeimbangan atau balancing sel untuk menyamakan tingkat tegangan di setiap sel.
Langkah penyelarasan ini berfungsi mempertahankan efisiensi pengisian daya, menjaga stabilitas performa, dan memperpanjang usia pakai baterai. BMS dapat mendeteksi malafungsi jika ada sel dengan deviasi tegangan yang drastis.
>>> Samsung Rilis One UI 8.5 untuk Galaxy F34, Bawa Patch Keamanan Mei 2026
Pemilik kendaraan disarankan melakukan diagnosis di bengkel dengan fasilitas uji khusus untuk memeriksa kondisi sel dan komponen BMS sebelum memutuskan penggantian baterai.
Update Terbaru
Sah! Ojol Resmi Jadi UMKM Mulai 1 Juli 2026
Rabu / 01-07-2026, 16:20 WIB
Laporan Etik AS: Trump Kantongi Rp21,5 T dari Bisnis Kripto Keluarga
Rabu / 01-07-2026, 16:20 WIB
Kapolri Akui Polri Belum Sempurna, Terbuka Terima Kritik
Rabu / 01-07-2026, 16:20 WIB
Pasokan Air Falls Lake Tetap, Satu Pengguna Didenda Akibat Pelanggaran Air
Rabu / 01-07-2026, 16:15 WIB
Anthropic Rambah Bisnis Obat, Fokus pada Penyakit Terabaikan
Rabu / 01-07-2026, 16:15 WIB
Boy Arnez Banjir Tawaran Klub Luar Negeri Usai Juara AVC Cup 2026
Rabu / 01-07-2026, 16:15 WIB
Toko Buku di Apex Tutup Akibat Kenaikan Sewa 64%, Bisnis Lain Terancam
Rabu / 01-07-2026, 16:15 WIB
Tebak Bintang Netflix dalam Galeri Foto Panas SZA
Rabu / 01-07-2026, 16:14 WIB
Taylor Parker Klaim Korban Minta Bayinya Dikeluarkan
Rabu / 01-07-2026, 16:14 WIB
Golkar Panggil Anggota DPRD Terkait Dugaan Intimidasi Dokter Icha
Rabu / 01-07-2026, 16:14 WIB
Ogah Keluarkan Dekrit Demi Piala Dunia, Presiden Kolombia Mundur Jadi Tuan Rumah
Rabu / 01-07-2026, 16:14 WIB
PDIP Tanggapi Isu Capres Harus Diusung 3 Partai Parlemen
Rabu / 01-07-2026, 16:14 WIB
Ducati Mulai Sadari Ancaman Bagnaia di Musim Depan
Rabu / 01-07-2026, 16:14 WIB
Harvey Weinstein Alami Gagal Jantung di Rikers Island
Rabu / 01-07-2026, 16:10 WIB






