Satelit Militer Rusia Terbukti Jadi Dalang Gangguan Sinyal GPS di Eropa
Asal-usul gangguan sinyal GPS yang mengacaukan wilayah Eropa selama bertahun-tahun akhirnya terungkap. Sejumlah peneliti memastikan bahwa aktivitas tersebut bersumber dari satelit militer milik Rusia di luar angkasa.
Temuan ini menjadi bukti perdana mengenai kemampuan sebuah negara dalam mengacaukan sistem navigasi dari antariksa dalam skala benua.
>>> Presiden Segera Terima Surat Kepercayaan 17 Calon Duta Besar Asing
Operasi pelacakan ini dipimpin oleh Profesor Todd Humphreys bersama mahasiswa riset Zach Clements dari University of Texas at Austin, serta Argyris Kriezis dari Stanford University.
Tim ahli tersebut berhasil memetakan 75 peristiwa interferensi sinyal GPS yang terjadi sepanjang rentang tahun 2019 hingga 2026.
Dampak dari gangguan ini memicu penurunan rasio sinyal terhadap suara (carrier-to-noise ratio, CNR) sebesar 5 dB atau lebih, dengan area terdampak membentang dari Islandia hingga Italia.
Meskipun durasi setiap gangguan berlangsung singkat di bawah 10 detik dan perangkat navigasi langsung beralih ke sistem cadangan, para ilmuwan mengkhawatirkan lompatan kemampuan teknis tersebut.
Hasil analisis mendalam mengarah pada tiga satelit dari konstelasi Edinaya Kosmicheskaya Sistema (EKS) kepunyaan Rusia.
Sistem EKS bertugas mendeteksi peluncuran rudal yang mengancam Rusia serta memantau ledakan nuklir global.
Uniknya, satelit EKS perdana meluncur pada 2019, bertepatan dengan rekam jejak gangguan GPS wilayah luas yang pertama kali terdeteksi pada Oktober 2019.
Ketiga satelit pembuat gangguan tersebut diidentifikasi sebagai seri Tundra yang bergerak pada jalur orbit khusus bernama Molniya.
Guna melacak pemancar gangguan ini, tim peneliti merancang sistem khusus yang mengintegrasikan data dari 165 stasiun referensi GPS di seluruh penjuru Eropa.
Uji Coba Jamming Sengaja
Bukti keterlibatan Rusia semakin kuat setelah karakteristik teknis pemblokiran sinyal dipelajari.
Update Terbaru
Michael Olise Dekati Rekor Assist Piala Dunia, Prancis Hadapi Paraguay
Minggu / 05-07-2026, 05:28 WIB
Boston Rayakan 250 Tahun AS dengan Konser dan Parade Bersejarah
Minggu / 05-07-2026, 05:27 WIB
Haru Pemakaman Ali Khamenei, Pelayat Tempuh 530 Km
Minggu / 05-07-2026, 05:27 WIB
FIFA Pertahankan Jadwal Kickoff Inggris vs Meksiko di Piala Dunia
Minggu / 05-07-2026, 05:23 WIB
Amerika Beri Iran Waktu Satu Minggu untuk Berkabung Sebelum Negosiasi
Minggu / 05-07-2026, 05:23 WIB
Trump Klaim AS Bangsa Paling Bebas, Ungkit Kemenangan atas Iran dan Venezuela
Minggu / 05-07-2026, 05:23 WIB
Murciélago Manga Resmi Diadaptasi Jadi Anime pada 2027
Minggu / 05-07-2026, 05:12 WIB
Ratusan Warga Berdemo di Eureka dalam Aksi Nasional Pro Demokrasi
Minggu / 05-07-2026, 05:10 WIB
Liberal Democrats Usulkan Gelar Ksatria untuk Harry Kane Usai Piala Dunia
Minggu / 05-07-2026, 05:09 WIB
MSC 2026: FUT Esports dan The HUNS Lolos Semifinal Wild Card
Minggu / 05-07-2026, 05:09 WIB
5 Web Top Up Diamond FF Free Fire Termurah dan Aman Juli 2026, Ada Diskon?
Minggu / 05-07-2026, 05:09 WIB
Serena Williams Mundur dari Wimbledon karena Cedera Lutut
Minggu / 05-07-2026, 05:09 WIB
Suami Nancy Pelosi Terancam Dakwaan Tabrak Lari Ringan
Minggu / 05-07-2026, 05:09 WIB







