Selama 50 tahun terakhir, NASA mencatat rata-rata hanya satu puing antariksa yang jatuh ke Bumi per hari.

Belum ada kecelakaan serius akibat hal ini, karena sebagian besar puing jatuh di area tak berpenghuni.

>>> Claire Liu Tembus Babak Ketiga Wimbledon, Tantang Coco Gauff

Namun, risiko tersebut mulai berubah seiring meningkatnya jumlah pesawat dan satelit di orbit.

Peneliti dari University of British Columbia, Kanada, dalam jurnal Scientific Reports, menemukan bahwa kemungkinan pesawat tertabrak puing antariksa semakin besar.

Dua faktor utama yang disebutkan adalah pertumbuhan jumlah pesawat di udara dan ledakan jumlah satelit, seperti konstelasi Starlink milik SpaceX, yang pada akhirnya akan kembali ke Bumi.

Menurut laporan, area di sekitar bandara besar memiliki risiko 0,8% per tahun terkena dampak puing yang tidak terkendali.

>>> Program Ziswaf Dompet Dhuafa di Zona Madina Buka Peluang Kolaborasi Dakwah Global

Angka itu naik menjadi 26% untuk wilayah padat lalu lintas seperti Amerika Serikat bagian timur laut, Eropa Utara, atau kota-kota besar Asia-Pasifik.

Bahkan pecahan kecil dari roket dapat menyebabkan kerusakan serius pada pesawat komersial. Ukuran bukan jaminan keselamatan.

Siapa yang Bertanggung Jawab?

Para peneliti mendesak produsen pesawat ruang angkasa untuk berinvestasi dalam teknologi pengendalian masuk kembali yang aman. Teknologi ini sudah ada, namun kurang dari 35% peluncuran roket yang menggunakannya.

>>> KPK Dalami Pengakuan Raja Juli soal Amplop Bupati Kuansing

Saat ini, sebagian besar peluncuran mengambil risiko. Ironisnya, seharusnya tidak perlu menunggu kecelakaan penerbangan yang mematikan untuk mengubah kebiasaan ini.